Kudus, isknews.com – Tak lagi melakukan pembagian paket Ramadan on the street seperti tahun- tahun sebelunya, sebagai rangkaian kegiatan ‘Darul Arqom’ yakni kegiatan semacam pesantren Ramadan yang lazim dilaksanakan di sekolah-sekolah Muhammadiyah tak terkecuali di SMP 1 Muhammadiyah Kudus.
Puncak kegiatan diisi dengan agenda Ramadan Berbagi (Ragi) berupa pentasarufan paket Ramadan yang dihimpun dari pihak sekolah, siswa dan Pimpinan Daerah (PD) Nasyiatul Aisyiyah (NA) yakni organisasi remaja putri yang merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah Kudus kepada penghuni Rusunawa di Desa Bakalan Krapyak, Kaliwungu, Kudus, Senin (14/04/2023).
Kepala SMP 1 Muhammadiyah Kudus, Ali Zamroni menyampaikan bahwa kegiatan Ramadan Berbagi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ramadan kali ini, pihak sekolah memberikan bingkisan sembako kepada penghuni Rusunawa Kudus.
“Kalau tahun 2022 kemarin, Ramadan Berbagi kita salurkan untuk SD atau MI yang mengadakan Pesantren Kilat, dengan memberikan takjil dan menu buka puasa. Tahun ini, sasaran kita ke penghuni Rusunawa,” ujarnya.
Ada sekitar 90 keluarga yang akan mendapatkan bingkisan sembako dari SMP 1 Muhammadiyah Kudus. Bingkisan tersebut diadakan melalui donasi siswa serta guru yang ada di sekolah setempat.
Ali menyebut, melakukan koordinasi dan kolaborasi NA Kudus dalam pelaksanaannya dan penyalurannya. Yang mana, pihak NA akan mendata warga binaannya di Rusunawa untuk mendapatkan bingkisan paket Ramadan yang telah disediakan nantinya.
“Kami sudah koordinasi dengan NA ada 90 KK, jadi nanti akan memberikan bingkisan sembako sebanyak 90 paket ditambah bingkisan lain dari NA. Jadi nanti kita membagikan dari sekolah itu sembako,” ujarnya.
Ali mengungkapkan, SMP 1 Muhammadiyah Kudus sudah tidak melalukan takjil on the road atau bagi-bagi takjil bagi pegendara di beberapa titik jalan. Kegiatan semacam ini sudah di non-aktifkan sejak 2020, lantaran dinilai membahayakan siswa.
“Saya mengamati itu pembagian takjil di pinggir jalan itu kadang mengena sasaran yang kurang pas, lalu mengganggu lalu lintas. Kemudian, untuk menjaga keselamatan anak anak, karena saking semangatnya kan kadang anak jadi tidak memperhatikan kondisi jalan,” terangnya.
Pihaknya berharap, setelah dilangsungkan Ramadan Berbagi ini bisa mengedukasi anak pentingnya berbadi dengan sesama. Apalagi, bila dilakukab di momen Ramadan yang penuh berkah seperti kali ini. (YM/YM)









