Debit Naik 40 persen, Kewenangan dan Dana Jadi Problematika Pengelolaan Sungai di Kudus

oleh -30 views
Situasi terkini debit air di sungai Piji yang melintasi Desa Kesambi, Mejobo, Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Kendala kewenangan dan dana seringkali menjadi kendala pada penanganan problematika persungaian terutama bila dikaitkan dengan antisipasi banjir.

Permasalahan-permasalahan yang dialami dalam mengelola problematika sungai di kota kretek ini meliputi permasalahan koordinasi, komunikasi serta kewenangan mengatur, karena semua sungai di Kota Keretek menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Ironis, bila terjadi persoalan sungai seperti banjir, tersebut warga setempat yang merasakan dampaknya. Sementara kendali pengelola sungai di berada ditangan pusat yang secara posisi berada jauh dari problematika sungai sehingga berakibat ketidak efektifan dan ketidaksinergisan dalam pengelolaan sungai.

Pelaksana tugas Kadinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Arief Budi Siswanto menyatakan, pihaknya tidak serta merta menormalisasi sungai sebagai langkah antisipasi banjir.

“Koordinasi harus dilakukan dengan pemerintah pusat yang mempunyai kewenangan agar tidak terjadi dobel kegiatan di lokasi yang sama. Butuh proses panjang untuk menuntaskannya serta pelibatan dana yang dibutuhkan sangat besar,” ujar Arief, Senin (07/12/2020)

Pihaknya berharap pengelolaan sungai dilakukan bertahap. Seperti diketahui, sedimentasi Sungai Piji, Dawe, dan Gelis cukup tinggi. Kondisi tersebut mempengaruhi daya tampung sungai.

“Saat musim penghujan, pengurangan daya tampung sungai menjadi potensi limpas,” terang dia.

Saat musim penghujan seperti sekarang ini, sejumlah sungai khususnya yang berhulu di lereng pegunungan Muria sering limpas dan menggenangi pemukiman warga. Peningkatan volume air diperkirakan mencapai 40 persen.

”Curah hujan beberapa hari terakhir sangat tinggi,” imbuhnya.

Retensi Terkait kemampuan sungai-sungai besar seperti Juwana menampung air, baru-baru ini pihaknya mendapat penjelasan dari BBWS Pemali Juwana.

Beberapa kolam retensi akan dibangun untuk mengurangi beban tampung Sungai Juwana. Lokasi kolam direncanakan di Kecamatan Jekulo dan Kecamatan Mejobo.

”Masih kita kaji karena Pemkab Kudus yang berkewajiban menyediakan lahannya,” imbuhnya.

Salah seorang warga yang bermukim di tepi Sungai Piji, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Burhan (34), mengaku debit air sudah meningkat. Tidak hanya air, kiriman sampah mulai menumpuk di beberapa alur sungai.

”Semoga tidak berpotensi limpas,” imbuhnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :