KUDUS, isknews.com – Belakangan ini, sebuah video singkat di platform TikTok mencuri perhatian warganet. Bukan karena aksi heroik yang dramatis, melainkan karena sebuah tindakan sederhana namun sarat makna: seorang petugas keamanan yang dengan telaten merapikan sandal para pengunjung. Sosok di balik aksi inspiratif tersebut adalah Prayitno, Koordinator Keamanan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus.
Profil dan Rekam Jejak
Lahir di Kudus pada 24 September 1970, Pak Prayitno bukanlah sosok baru dalam dunia kerja yang menuntut kedisiplinan tinggi. Sebelum mengabdikan diri di Arpusda Kudus, pria yang kini berdomisili di Desa Jati Wetan ini telah menuntaskan masa bakti selama 32 tahun di salah satu industri kertas terbesar di Indonesia, PT Pura Group.
Pengalaman puluhan tahun tersebut membentuk karakternya menjadi pribadi yang tegas, disiplin, namun tetap penyabar. Meski telah memasuki usia purna, semangat pengabdiannya tidak luntur sedikit pun saat dipercaya mengawal keamanan di bawah kepemimpinan Ibu Mutrikah di Arpusda Kudus.
Lebih dari Sekadar Menjaga Keamanan
Bagi Pak Prayitno, tugas keamanan bukan hanya soal menjaga ketertiban fisik gedung, tetapi juga memberikan pelayanan prima (service excellence). Kebiasaannya menata sandal pengunjung dengan rapi menjadi bukti nyata totalitasnya dalam bekerja.
“Tujuannya sederhana, agar sandal pengunjung tidak tertukar dan pemandangan tetap asri. Ini adalah bentuk tanggung jawab saya kepada masyarakat yang datang ke sini,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.
Tindakan ini memberikan kesan mendalam bagi masyarakat, terutama para pengunjung yang kini memadati Gedung Pelayanan Baru Perpustakaan Kabupaten Kudus yang berlokasi di Barat Balai Jagong.
Dampak Positif bagi Literasi Kudus
Kehadiran sosok seperti Pak Prayitno secara tidak langsung mendukung kenyamanan publik dalam mengakses fasilitas literasi. Dengan lingkungan yang rapi dan sambutan yang hangat melalui prinsip “Senyum, Sapa, Salam“, masyarakat Kudus diharapkan semakin betah menghabiskan waktu untuk membaca dan berkegiatan di perpustakaan.
Ketulusan Pak Prayitno menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dedikasi besar seringkali dimulai dari hal-hal terkecil. Beliau adalah potret nyata bahwa loyalitas dan integritas tidak mengenal usia maupun jenis pekerjaan. (*)






