KUDUS, ISKNEWS.COM – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kudus, Ali Esmanto, menegaskan pentingnya penerapan mitigasi risiko dalam tata kelola koperasi agar mampu menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin dinamis.
Hal itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi dan Pelatihan Peningkatan Mitigasi Risiko Tata Kelola Koperasi di Aula Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dekopinda Kudus bersama Dekopin Pusat tersebut diikuti sekitar 70 koperasi dari berbagai sektor, mulai koperasi simpan pinjam, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga koperasi pegawai (KPRI).
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dekopin Pusat, Kementerian Koperasi, serta penyedia platform informasi perkreditan dan simpan pinjam terintegrasi.
Ali Esmanto mengatakan, pelatihan ini menjadi langkah preventif untuk memperkuat tata kelola koperasi di tengah perubahan iklim usaha yang semakin kompetitif. Menurutnya, koperasi harus mampu mengidentifikasi dan mengantisipasi berbagai risiko agar tetap sehat dan berkelanjutan.
“Mitigasi risiko bukan hanya berbicara soal keuangan, tetapi juga menyangkut tata kelola organisasi, kualitas sumber daya manusia, hingga kemampuan koperasi beradaptasi terhadap perkembangan dunia usaha,” ujarnya.
Ia menilai masih banyak koperasi yang menghadapi persoalan regenerasi kepengurusan. Tidak sedikit pengurus yang telah lama menjabat tanpa adanya kaderisasi, sehingga diperlukan upaya pembinaan agar organisasi tetap berjalan secara profesional.
Selain itu, Ali juga menyoroti pentingnya inovasi usaha.
Menurutnya, koperasi tidak bisa lagi menjalankan pola lama, tetapi harus mampu bertransformasi mengikuti kebutuhan pasar agar mampu bersaing dengan badan usaha lainnya.
“Kalau koperasi tidak berinovasi, akan sulit bersaing. Karena itu pengurus harus terus meningkatkan kapasitas dan membuka diri terhadap perkembangan teknologi maupun model bisnis baru,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Disnakerperinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Faiz Anwari, menyambut baik penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Menurutnya, penguatan tata kelola menjadi kebutuhan mendesak agar koperasi di Kudus semakin profesional dan mampu bertahan di tengah perkembangan dunia usaha.
Faiz mengungkapkan, terdapat tiga aspek yang saat ini menjadi perhatian dalam pembinaan koperasi, yakni regenerasi sumber daya manusia, penguatan sektor usaha, dan kesehatan keuangan koperasi.
“Masih banyak koperasi yang pengurusnya belum mengalami regenerasi. Di sisi lain, koperasi juga harus mampu berinovasi agar tidak tertinggal dengan perkembangan dunia usaha. Yang tidak kalah penting, laporan keuangan harus benar-benar mencerminkan kondisi riil sehingga koperasi tetap sehat dan dipercaya anggotanya,” jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai persoalan yang selama ini terjadi pada koperasi umumnya bersumber dari lemahnya tata kelola internal.
Oleh karena itu, pengurus harus memahami bahwa koperasi merupakan milik seluruh anggota, bukan milik pribadi.
“Kalau tata kelola dijalankan dengan baik, koperasi akan berkembang. Sebaliknya, jika pengelolaannya tidak baik, koperasi bisa mengalami kesulitan bahkan tutup. Melalui pelatihan ini kami berharap pengurus semakin memahami pentingnya manajemen risiko dalam mengelola koperasi,” tegas Faiz.
Pelatihan tersebut berlangsung sehari penuh, diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Dekopinda Kudus, Dekopinwil Jawa Tengah, serta Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus.
Selanjutnya peserta mendapatkan materi mengenai pembinaan dan pengawasan koperasi, peningkatan mitigasi risiko tata kelola koperasi, serta pemanfaatan platform informasi perkreditan dan simpan pinjam terintegrasi.
Melalui kegiatan ini, Dekopinda bersama Pemerintah Kabupaten Kudus berharap koperasi-koperasi di daerah semakin sehat, transparan, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat.(YM/YM)






