Dialog Seni dan Tradisi, Lesbumi Kudus Anjangsana Budaya ke Yogyakarta

oleh -399 Dilihat
Foto: ist.

Yogyakarta, isknews.com – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kudus menggelar Anjangsana Budaya ke Yogyakarta sebagai ikhtiar membangun dialog seni dan tradisi, sekaligus memperluas pemahaman tentang seni budaya Islam yang terus bergerak mengikuti dinamika zaman.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat–Sabtu (12–13/12/2025) tersebut diikuti oleh kader dan pegiat Lesbumi Kudus dengan menyambangi sejumlah ruang kebudayaan, seperti Pondok Kebudayaan Kaliopak dan Akademi Bahagia EA (Mojok.co). Kunjungan ini menjadi ruang belajar kolektif untuk menyelami praktik kebudayaan, diskusi seni, serta perjumpaan nilai-nilai Islam dalam konteks budaya kontemporer.

Melalui dialog terbuka dan interaksi langsung dengan para pelaku budaya, peserta Anjangsana Budaya diajak melihat bagaimana seni dan tradisi mampu menjadi medium penyampaian nilai-nilai keislaman yang inklusif, reflektif, dan relevan dengan realitas sosial. Pengalaman tersebut diharapkan memperkaya sudut pandang kader Lesbumi dalam membaca hubungan antara kebudayaan dan kehidupan masyarakat.

Ketua Lesbumi Kudus, Abud SB Runcing, menyampaikan bahwa Anjangsana Budaya tidak dimaknai sekadar sebagai kegiatan kunjungan, melainkan proses membangun kesadaran kultural yang berkesinambungan.

“Melalui Anjangsana Budaya, Lesbumi Kudus berupaya membuka ruang dialog yang lebih luas agar seni, tradisi, dan Islam dapat saling menyapa secara kreatif dan kritis, tanpa kehilangan akar nilai yang membumi,” tuturnya.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, Lesbumi memiliki peran strategis dalam merawat dan mengembangkan kebudayaan melalui pendekatan dakwah kultural yang ramah dan terbuka. Dengan demikian, seni dan budaya dapat menjadi penghubung antara tradisi keislaman dan tantangan kehidupan kontemporer.

Melalui rangkaian Anjangsana Budaya ini, Lesbumi Kudus berharap lahir kesadaran baru di kalangan generasi muda Nahdliyin untuk terus menjadikan seni dan budaya sebagai ruang dialog, pengayaan makna, dan aktualisasi nilai-nilai Islam yang hidup di tengah masyarakat. (AS/YM)