Diperiksa Polisi Semalam, Status Haji Lyla Kini Tersangka Penipuan dan Langsung Ditahan

oleh -4,329 kali dibaca
Direktur sekaligus CEO Goldy Mixalmina, Zyuhal Laila Nova ( Haji Lyla) yang kini ditetapkan sebagai tersangka penipuan calon jemaah Haji dan Umroh 2024 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Usai diamankan dan di periksa oleh penyidik Polres Kudus pada sekitar pukul 15.00 kemarin. Kini status Direktur sekaligus CEO Goldy Mixalmina, Zyuhal Laila Nova atau akrab disapa Haji Lyla kini ditingkatkan menjadi tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Danang membenarkan bahwa Haji Lyla saat ini sudah ditahan di Polres Kudus. Dalam keterangannya, Haji Lyla sudah ditahan sejak pagi.

Penahanan Lyla merupakan tindak lanjut atas laporan dari sejumlah orang yang merasa tertipu program umroh di biro perjalanan yang dipimpin Lyla.

“(Lyla) Sudah kita tahan dari tadi pagi. Untuk pasalnya, sementara penipuan, untuk saat ini masih tahap penyidikan,” kata Kasatreskrim Polres Kudus saat dihubungi lewat sambungan telepon siang ini.

“Pasal yang disangkakan adalah penipuan. Untuk langkah selanjutnya, kami masih menunggu hasil penyidikan,” lanjut AKP Danang, Selasa (27/02/2024)

Lebih lanjut, pihak kepolisian dikatakan AKP Danang belum mengetahui secara pasti total korban atas kasus dugaan penipuan tersebut. Kepolisian juga memberikan waktu 2 hari kepada keluarga maupun kuasa hukum Haji Lyla untuk mendata total korban beserta alamatnya.

“Untuk data korban dan lainnya semua belum ada yang valid, kami memberi waktu 2 hari untuk mendata korban maupun alamatnya,” terang AKP Danang.

Dihubungi terpisah, Kuasa Hukum Goldy Mixalmina, Yusuf Istanto mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu data dari pihak keluarga Haji Lyla mengenai data yang berhubungan dengan biro perjalanan Goldy Mixalmina.

Termasuk kepastian ada atau tidaknya aset yang bisa dijual untuk mengembalikan uang jemaah yang merasa dirugikan.

“Jadi saat kami menawarkan opsi refund (pengembalian uang) ke jemaah, memang ada aset yg nilainya cukup untuk refund itu. Jadi saat ini kami masih menunggu data dari keluarga untuk mencarikan dan menyiapkan data terkait biro,” kata Yusuf.

Kemudian saat disinggung mengenai penahanan Lyla di Polres Kudus, Yusuf menilai bahwa pihak kepolisian pasti sudah memiliki pertimbangan matang untuk melakukan penahanan itu. Sehingga ia pun tidak banyak berkomentar mengenai penahanan Lyla saat ini.

Diberitakan sebelumnya, Haji Lyla diduga melakukan penipuan kepada 194 calon jemaah umroh. Total kerugian ditaksir lebih dari 4 miliar rupiah, sebab ratusan jemaah yang telah membayar lunas biaya umroh tersebut tidak kunjung diberangkatkan oleh biro tersebut sesuai jadwal yang telah disampaikan.

Setelah kabar itu ramai, Lyla muncul dan menjelaskan bahwa selama ini ia tidak melarikan diri. Perjalanannya ke Batam, Singapura hingga Arab Saudi adalah untuk mengurus segala keperluan jemaah.

Sebab rekanan yang biasanya kerja sama dengannya untuk pengadaan tiket pesawat tiba-tiba tidak bisa dihubungi. Apesnya, Lyla sudah membayar lunas tiket pesawat para calon jemaah dari biro miliknya. Total kerugian Lyla diperkirakan mencapai 8 miliar rupiah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.