Diprovokasi Medsos, Pelajar Dua Sekolah Datangi dan Bentrok dengan Siswa SMK di Dawe Kudus

oleh -28 Dilihat
Aksi tawuran pelajar di Kudus, diketahui akibat provokasi di media sosial (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Aksi tawuran antar pelajar di Kabupaten Kudus yang dipicu saling tantang di media sosial berlangsung singkat namun sempat membuat panik warga sekitar lokasi kejadian.

Seperti terlihat pada video yang beredar di sejumlah platform media sosial, para siswa konvoi menggunakan sepeda motor dengan mengenakan baju putih abu-abu yang sebagian besar bajunya sudah dicorat-coret menggunakan pilox.

Tampak dalam rekaman video tersebut juga terdapat sebuah sepeda motor yang tergeletak di jalan. Kemudian terdapat pelajar yang tersungkur dan dikerumuni pelajar lain sembari memukulinya.

Diketahui, tiga sekolah terlibat dalam aksi tawuran tersebut, sejumlah siswa SMK Negeri 2 Kudus yang berada di Dukuh Pangen, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kudus, diserang oleh siswa siswa dari dua sekolah yang berbeda, Senin (4/5/2026).

Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo menjelaskan, insiden tersebut melibatkan siswa dari SMK NU Maarif 2, SMK Nusantara, dan SMK 2 Kudus. Tawuran dipicu provokasi di media sosial yang berujung aksi spontan para pelajar mendatangi salah satu sekolah di Kecamatan Dawe.

“Awalnya dari provokasi di medsos, kemudian terjadi aksi spontan. Namun berkat kesigapan anggota Polsek dibantu warga, tawuran bisa segera dilerai dan tidak berkembang,” ujarnya.

Dalam penanganan awal, polisi telah meminta keterangan dari empat pelajar serta mengamankan dua sepeda motor yang mengalami kerusakan ringan. Selain itu, satu pelajar mengalami luka lecet dan telah mendapatkan perawatan di RSUD Kudus.

Sementara itu, seorang pedagang kaki lima R (65), mengungkapkan suasana saat kejadian berlangsung. Ia mengaku melihat kerumunan pelajar datang secara tiba-tiba datang d sebelum akhirnya terjadi bentrokan.

“Saya tidak tahu awalnya, tapi tiba-tiba ramai. Dari arah barat ke utara, terus berhenti, lalu balik lagi, habis itu sudah berantem,” katanya.

Menurutnya, para pelajar yang terlibat masih mengenakan seragam sekolah dan langsung terlibat aksi saling pukul secara berkelompok.

“Ya saling pukul, ramai-ramai. Ada yang mukul, ada yang dipukul,” ujarnya.

R juga menyebut tidak melihat adanya senjata tajam dalam peristiwa tersebut, namun beberapa pelajar membawa benda seperti kayu atau bambu.

“Kalau senjata tajam tidak kelihatan, tapi ada yang bawa kayu atau bambu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB dan sempat membuat warga sekitar khawatir.

Kepala SMK Negeri 2 Kudus Budi Susanto mengaku belum mengetahui kronologi jelas mengenai aksi tawuran yang diduga melibatkan siswanya.

Informasi yang dia terima, sejumlah siswa SMK 2 Kudus diserang oleh dua sekolah yang berbeda, yakni dari SMK NU Ma’arif 2 Kudus dan SMK Nusantara.

“Tadi saya kegiatan di luar sekolah, kemudian dapat laporan di grup WhatsApp yang isinya informasi tersebut,” kata Budi ditemui di sekolah.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya langsung bergegas ke sekolah untuk memastikan kondisi anak didiknya. Dia pun diminta kepolisian setempat untuk merapat.

“Saya dipanggil pihak kepolisian Polsek Dawe untuk dimintai keterangan,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, kepolisian bersama pihak sekolah, Koramil, pemerintah kecamatan, serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah telah menggelar rapat koordinasi. Seluruh pihak sepakat untuk meningkatkan pengawasan dan mencegah kejadian serupa.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, dan orang tua agar mengawasi anak-anaknya, terutama menjelang pengumuman kelulusan,” tegas Kapolres.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan penelusuran lebih lanjut guna memastikan tidak ada potensi konflik lanjutan. Situasi di wilayah Kudus pun dipastikan tetap aman dan kondusif. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.