Disangka Sebagai Pihak Penerima Suap, Direktur Utama PDAM Kudus Ditahan Kejati

oleh

Kudus, isknews.com – Setelah dinyatakan sembuh dari sakit dan sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Kudus pada saat ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah dalam kasus jual beli jabatan di lingkungan kantornya.  Hari ini Direktur Utama PDAM Kudus Ayatullah Humaini resmi ditahan oleh Kejati, Kamis (16/07/2020).

Seperti disampaikan oleh Aspidsus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Ketut Sumedana mengatakan, Humaini akan ditahan hingga 20 hari ke depan. Humaini, lanjut dia, sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 27 Juni 2020 lalu.

“Ditahan untuk 20 hari ke depan,” kata Aspidus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Ketut Sumedana di Semarang, Kamis (16/07/2020).

Menurut dia, Ayatullah sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 27 Juni 2020 setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kudus pada 11 Juni 2020.

Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini, saat dibawa ke kejaksaan tinggi provinsi Jawa Tengah (Foto: istimewa)

Menurutnya, Humaini diduga sebagai pihak yang memerintahkan. Humaini, lanjutnya, juga berperan sebagai penerima uang suap tersebut. Bersama dengan tersangka lainnya.

Dalam penahanan itu diamankan pula barang bukti berbagai dokumen dan uang Rp 65 juta yang diduga hasil suap dan terdapat unsur pemaksaan dalam perkara tersebut.

“Tersangka yang memerintahkan untuk mencari pegawai yang ingin diangkat atau dipromosikan jabatannya,” ujar Ketut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 12e, 11, serta 5 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kasus ini mencuat dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Kejari Kudus terhadap pegawai PDAM Kudus berinisial T beberapa waktu lalu.

Dari pengembangan kasus itu, dua tersangka lain diumumkan setelah kasus ini diambil alih oleh Kejati Jateng. Yakni berinisial O dan A. Tersangka berinisial A ini yang diketahui sebagai Ayatullah Humaini Direktur PDAM Kudus.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah juga mengkonfirmasi adanya 16 orang pegawai yang sudah mengaku telah membayar untuk diangkat jadi pegawai PDAM Kudus. Total uang suap itu mencapai Rp 720 juta.

Aspidus Kejati Jawa Tengah Ketut Sumedana merincikan, rata-rata dari mereka membayar sekitar Rp 10 juta hingga Rp 65 juta. Jumlah tersebut adalah jumlah yang sudah terungkap.

“Kemungkinan masih ada yang membayar dan belum mengaku,” katanya pada wartawan.

Pihaknya pun kini masih mendalami kasus tersebut. Karena berdasarkan data yang diperoleh, sudah ada 27 pegawai baru yang diangkat selama tahun 2019 hingga 2020 ini.

Sementara tersangka T saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, lantaran tertular corona.

Direktur RSUD Kudus dokter Abdul Aziz Achyar membenarkan hal itu, Kamis (16/7/2020). Ia mengatakan, T saat ini tengah dirawat di ruang isolasi dengan penyakit penyerta.

Disebutkannya, T mempunyai penyakit diabetes melitus dan sejumlah luka akibat penyakitnya tersebut. “Saat ini tengah kami rawat intensif di ruang isolasi,” terangnya ketika dikonfirmasi via telepon.

Sementara itu Slamet Riyadi, pengacara yang mendampingi para saksi dari PDAM saat diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Kudus dalam press releasenya mengatakan, Terkait   perkara dugaan           tindak pidana penerimaan dan pengangkatan pegawai PDAM Kabupaten Kudus tahun 2019 dan   tahun 2020.

“Saat ini kami  belum menerima dan  menandatangani surat kuasa Direktur Utama PDAM Kudus           selaku            Tersangka. Sehingga   mohon maaf, kami belum bias memberi keterangan   hokum terkait  status yang bersangkutan,” kata Slamet Riyadi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :