Dispertan Kudus: Pasca PMK, Peternak Banyak Beralih Komoditas Kambing dan Domba

oleh -203 Dilihat
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus, Arin Nikmah, usai mengikuti festival ternak Kambin dan domba di Lapangan Peganjaran, Bae, Kudus, Minggu (27/04/2025).(Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pasca terjadinya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), banyak peternak di Kabupaten Kudus yang mulai beralih ke komoditas kambing dan domba sebagai pilihan baru dalam usaha peternakan mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus, Arin Nikmah, usai mengikuti festival ternak Kambin dan domba di Lapangan Peganjaran, Bae, Kudus, Minggu (27/04/2025).

Menurut Arin, beralihnya para peternak ke kambing dan domba ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor peternakan di Kudus.

“Setelah terjadinya wabah PMK, banyak peternak yang mulai beralih ke kambing dan domba. Kami mencatat adanya peningkatan yang signifikan dalam populasi kambing dan domba di Kudus, yang menunjukkan bahwa peternak mulai beradaptasi dengan kondisi pasca-wabah,” ujar Arin.

Data terakhir menunjukkan bahwa populasi kambing dan domba di Kabupaten Kudus kini mencapai sekitar 42 ribu ekor, yang sebelumnya berada di angka 36 ribu ekor pada tahun 2022.

Kenaikan populasi ini dipandang sebagai indikator bahwa komoditas kambing dan domba semakin diminati oleh para peternak di Kudus.

Dalam mendukung perkembangan peternakan kambing dan domba, Dispertan Kudus juga memberikan pendampingan kepada para peternak lokal.

Pendampingan ini meliputi pembinaan, penyuluhan, serta akses terhadap layanan kesehatan hewan.

Arin menekankan pentingnya kolaborasi antara peternak dan dinas terkait untuk menciptakan sistem peternakan yang lebih maju dan berkelanjutan.

“Salah satu hal yang kami dorong adalah agar peternak di Kudus bisa memiliki bibit kambing dan domba unggul. Ini bukan hanya tentang kualitas ternak, tetapi juga tentang memperkenalkan cara-cara budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” katanya.

Dalam konteks ini, kegiatan seperti Festival Ternak yang digelar oleh Komunitas Peternak Kambing Kudus (Kopiku) juga menjadi platform yang baik bagi para peternak untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan ternak unggulan, dan menjalin kemitraan yang menguntungkan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Kopiku dalam menyelenggarakan festival ini. Ini adalah salah satu bentuk mandiri dari komunitas peternak yang patut dicontoh,” tambah Arin. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.