Kudus, isknews.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Herry Wibowo, meninjau langsung jembatan bambu yang ambrol akibat banjir di Dusun Masin Lor, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Sabtu (31/5/2025).
Jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 3,5 meter tersebut merupakan akses vital masyarakat untuk pertanian dan penghubung antar dukuh.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa langsung turun ke lokasi bersama Pak Danramil, Pak Camat, Kepala Dinas PU, perangkat desa, dan masyarakat. Jembatan ini jalan penghubung antara Dukuh Masin dan Dukuh Sudo, dan juga menjadi akses utama pertanian tebu dan ketela,” ujar Bupati Sam’ani di lokasi.
Bupati menegaskan, perbaikan jembatan akan dilakukan secara permanen dengan kolaborasi antara Dinas PUPR dan Pemerintah Desa Kandangmas.
“Nanti dari PUPR akan membantu gelagar dan alat berat, sedangkan desa mengerjakan fondasi dan lantainya. Jalan ini sangat penting karena juga menunjang ketahanan pangan, baik ketela maupun gula dari tebu,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan bahwa jalan akses menuju jembatan rencananya akan diperbaiki melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
“Nanti dikoordinasikan agar sebelum TMMD bulan Juli, proses perbaikan jembatan sudah dimulai. Jalan ini juga bagian dari peningkatan ekonomi dan mobilitas sosial warga,” kata Sam’ani.
Sekretaris Desa Kandangmas, Elianita Rarasandi menjelaskan bahwa ambrolnya jembatan terjadi pada bulan Maret lalu, saat bulan puasa.
“Waktu itu hujan deras terus menerus. Dari atas terlihat masih bagus, tapi sedimen trap di bawah jebol, dan akhirnya hanyut. Konstruksinya memang dari tahun 90-an, terbuat dari kayu dan bambu. Sudah puluhan tahun, dan tergerus air terus,” ujarnya.
Ia menambahkan, anggaran perbaikan diperkirakan antara Rp1,5 hingga Rp2 miliar.
“Dari desa diusahakan bantu sekitar Rp300 juta untuk fondasi. Sisanya menunggu APBD atau anggaran perubahan dari kabupaten,” jelasnya.
Sementara itu, warga Dusun Masin Lor, Solikan, menyatakan bahwa jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat, khususnya petani.
“Ambrolnya sekitar tiga bulan lalu. Biasanya untuk akses pertanian dan membawa hasil panen ke pasar. Waktu kejadian itu hujan deras seharian semalam, mungkin fondasinya nggak kuat,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini petani terpaksa memutar jalur lebih jauh untuk menjual hasil panennya.
“Harapannya setelah ditinjau Pak Bupati, bisa segera diperbaiki. Ini jalur utama antar dukuh dan area pertanian,” ujarnya penuh harap.
Jembatan tersebut dulunya merupakan jalan kabupaten, namun kini telah dilimpahkan menjadi jalan desa.
Jalur ini juga dilalui aliran sungai Sayap, Makut, dan Sadar, yang kerap meluap saat hujan deras. Kondisi darurat ini membuat pembangunan jembatan permanen menjadi sangat mendesak.
Dengan adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten dan rencana program TMMD, warga berharap pembangunan jembatan bisa segera terealisas.
“Agar aktivitas pertanian dan sosial masyarakat sini kembali lancar,” tandasnya. (YM/YM)






