Ditinggal di Sawah, Lima Mesin Traktor Petani Karangrowo Digondol Maling

oleh -320 Dilihat

Kudus, isknews.com – Lima dari enam unit handtraktor yang disewa oleh kelompok tani di Blok Dangin, Dukuh Kaliyoso, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus. Mesin penggeraknya hilang digondol maling. Akibatnya lahan seluas 180 Hektar yang sedang dilakukan pengolahan tanah dalam rangka penyemaian bibit untuk musim tanam (MT) I 2020-2021 di kawasan tersebut terganggu, Senin (12/10/2020).

Menurut keterangan Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto, pencurian mesin traktor bermerek Kubota berkekuatan 8,5 hingga 10 PK tersebut diduga dilakukan pada sekitar dini hari.

Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Heri Darwanto, saat menunjukka sejumlah traktor tangan yang kini tinggal kerangka dan roda saja, akibat digondol maling (Foto: YM)

“Kebiasaan para petani disini memang sengaja membiarkan unit traktornya ditinggal disawah. Karena itu sudah biasa mereka lakukan selama bertahun-tahun. Dan selalunya aman,” ucap Heri yang ditemui sejumlah awak media di kantor balai desa, Senin (12/10/2020).

Menurutnya pencuri hanya mengambil mesinnya saja. Kerangka dan alat bajak ditinggalkan di lokasi. Tiga mesin traktor tersebut adalah milik Purhadi, penduduk RT 5 RW 6 dan dua lainnya milik Suyanto, warga Rt 4 RW 6, keduanya berdomisili di Dukuh Kaliyoso.

Mesin yang dicuri adalah seberat 30 kilogram. Harga di pasaran sekitar Rp 12,5 juta per unitnya. Pencurian mesin traktor merupakan kejadian yang baru pertama kali terjadi di kawasan pertanian tersebut.

Pemilik yang menurut kades adalah warga Sedulur Sikep ini awalnya tidak bersedia melaporkan kehilangan tersebut kepada aparat kepolisian. Warga sedulur sikep tersebut mengaku merelakannya. Namun, pihaknya menyarankan agar dilaporkan saja agar tidak terulang kejadian serupa.

”Saya sampaikan apa yang harus dilakukan untuk melaporkannya,” ujarnya.

Penting Heri menyebut traktor tangan sangat penting untuk mengolah sawah. Saat ini, lima kerangka traktor tangan dibiarkan di lokasi. Tiga di sebelah timur jalan usaha tani, dua lainnya di sebelah barat.

”Penyemaian untuk sementara tidak dapat dilanjutkan,” imbuhnya.

Seorang buruh tani, bernama Amin, mengaku pagi itu pergi ke sawah seperti biasa. Dia mendengar kejadian tersebut dan mendekati sejumlah petani yang berkerumum.

”Ya, tinggal kerangkanya saja, mesinnya telah hilang,” imbuhnya.

Mengantisipasi kejadian serupa, dirinya memerintahkan kepada para petani untuk lebih menjaga alat pertanian yang ditinggal di sawah dan lebih sering dipantau. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.