Dongkrak Produktifitas, Puluhan Petani Ikuti Kursus Agribisnis Kedelai

oleh

Kudus, isknews.com – Demi mendongkrak kualitas dan kuantitas produksi tanaman kedelai, kemarin puluhan petani mengikuti kursus agribisnis tanaman pangan bagi petani komoditas kedelai di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Al Mawaddah Desa Honggoso Kecamatan Jekulo Kudus, Selasa (10/10/17).

Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Catur Sulistiyanto tersebut dimaksudkan untuk membekali kepada para petani dan memberikan pengetahuan wacana serta pemahaman tentang penanaman kedelai.

“ Pemerintah pusat mempunyai program upsus Pajale (Padi Jagung Kedelai). Jadi memang kedelai ada di urutan ketiga. Sebab program utama dari pemerintah adalah swasembada padi, jagung, kemudian baru kedelai ,” ujar Catur Sulistiyanto dihadapan peserta kursus.

TRENDING :  Sukseskan Upsus Pajale, Petani Besito Ikuti Gerdal OPT

Berdasarkan datanya, untuk mencapai swasembada Kedelai saat ini baru tercapai setengahnya. Yakni target 2,2 juta ton kebutuhan namun saat ini baru dihasilkan produksi kedelai 920 ribu ton.

Percepatan produksi dan distribusi benih sumber varietas unggul kedelai diupayakan melalui sosialisasi dan pengenalan varietas, serta pembekalan teknik produksi benih bagi penangkar di sentra produksi dengan melibatkan pihak terkait.

Cara ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi produksi benih bermutu dan berkembangnya usaha produksi benih kedelai berbasis komunitas. Agar teknologi produksi benih kedelai yang dihasilkan segera sampai di produsen benih di lahan petani.

TRENDING :  Persiapan MT-3 Petani Mulai Tebar Benih

Sasaran akhir dari usahatani produsen benih kedelai adalah meningkatnya produksi dan efisiensi usaha tani kedelai, sedangkan pengelolaan iklim (pola tanam) dan pengendalian hama penyakit adalah bagian dari pengelolaan tanaman terpadu sebagai sasaran antara.

Lebihlanjut, Catur Sulistiyanto, mengungkapkan dua kunci untuk memperoleh keberhasilan penanaman kedelai. Sebab apabila tidak mengikuti aturan maka dikhawatirkan tidak bisa mencapai panen maksimal bahkan merugi. Padahal tujuan utama mengajak petani menanam adalah untuk kesejahteraan.

“ Paling utama adalah memilih mutu benih dan waktu tanam. Karena kalau benihnya tidak bermutu maka yang tumbuh bukannya kedelai, tetapi suket teki. Begitu juga dengan waktu tanamnya, bila MT I dan II biasanya untuk padi maka MT III digunakan menanam kedelai. Supaya hasilnya maksimal, juga harap diperhatikan cuaca terkait curah hujan. Sehingga dapat mencapai hasil maksimal sampai akhir masa panen ,” jelasnya.

TRENDING :  Musim Tanam Pertama, Ketersediaan Pupuk Subsidi di Wilayah Pati di Pastikan Cukup

Ditambahkan, keberadaan P4S Al Mawaddah merupakan mitra dari Dinas Pertanian dan Pangan Kudus. Sehingga sebagai tindaklanjut dari kursus ini maka bisa bersinergi dengan BPP BPP kecamatan. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :