Elevasi Waduk Kedungombo Dibawah 80M dpl, MT II Petani Andalkan Air Tadah Hujan

oleh

Kudus, isknews.com – Menjelang pelaksanaan Masa Tanam (II) dalam waktu dekat ini, para petani di wilayah Kabupaten Kudus dan daerah lain pengguna air pasokan  irigasi teknis yang bersumber dari Waduk Kedungombo diminta berhitung cermat dalam pengairan persawahan mereka.

Masalahnya, kondisi elevasi Waduk Kedungombo hingga kini masih berada di bawah rencana penggunaan air untuk kebutuhan MT II 2019/2020. Petani hanya dapat mengandalkan air tadah hujan untuk mencukupi kebutuhan MT II.

Hal itu diungkapkan Ketua Induk Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A)
Daerah Irigasi (DI) Klambu Wilalung, Akrab.

“MT II kali ini petani kemungkinan tidak mendapatkan suplai air dari Waduk Kedungombo, karena volumenya terbatas,” ujarnya, Selasa (03/03/2020).

TRENDING :  Baru Sepertiga Jumlah Kartu Tani Tersalurkan Dari 17721 Petani Terdaftar

Pernyataan itu menurutnya sesuai hasil kesepakatan rapat kordinasi alokasi air di Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Serang Lusi Juana (Seluna) yang dihadiri  seluruh Ketua P3A irigasi teknis Kedungombo, pekan kemarin.

Kesepakatan diketahui Kepala BPSDA Seluna Kunarto, Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Dina Noviadriana, serta aparat Kodim 0716 Demak dan Polres Kudus.

Irigasi Waduk Kedungombo sudah ditutup sejak Desember 2019, dan kemungkinan kecil dapat digelontorkan untuk kebutuhan MT II. Petani hanya bisa berspekulasi untuk terus tanam atau menghentikan kegiatan
MT II.

Ilustrasi saat petani Undaan sedang mengerjakan sawah (Foto: YM)

Sebab kebutuhan air MT II kemungkinan hanya dapat tercukupi dari air hujan. Itu pun sesuai ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geifisika (BMKG), mulai pertengahan April 2020 curah hujan sudah mulai berkurang.

TRENDING :  Alokasi Pupuk Bersubsidi Di Kudus 90 Persen Lebih, Tertinggi Di Jateng

Padahal selama musim tanam sekitar tiga setengah bulan, kebutuhan air
untuk pertanian harus tercukupi.

“Kegagalan panen menjadi tanggungjawab masing- masing daerah irigasi, dan tidak boleh menuntut dalam bentuk apapun,” katanya, mengutip hasil kesepakatan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) II Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Muhtarom mengatakan, MT II DI sistem Waduk Kedungombo dimulai pertengahan Maret dan tutup tanam pada minggu kedua April 2020.

“Untuk release air irigasi Kedungombo dilakukan sesuai kebutuhan lapangan dan melihat kondisi volume air,” katanya.

Saat ini elevasi Waduk Kedungombo sudah mencapai 80,33 meter di atas permukaan laut (dpl), dan diharapkan terus mengalami peningkatan untuk
mengamankan kebutuhan MT I sekitar 86 meter dpl.

TRENDING :  Optimalkan 4600 Ha Lahan Tidur di Kudus, Untuk Capai Swasembada Pangan

“Mudah- mudahan elevasi Waduk Kedungombo naik signifikan sehingga sebagian airnya dapat digunakan membantu memenuhi kebutuhan MT II,” harapnya.

Kepala Desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kudus, Setiyo Budi menyatakan, petani di desanya sudah terbiasa mengambil risiko setiap kali pelaksanaan MT I maupun MT II.

Paska panen MT I kali ini, petani langsung bersiap melakukan olah tanam MT II meski terancam tidak mendapatkan pasokan air dari irigasi Waduk Kedungombo.

“Petani siap melaksanakan MT II, walau hanya menggantungkan air tadah
hujan,” tegasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :