Essa Claudia, Satu Satunya Perempuan Pertama Lulus Perwira Pelayaran SMK Wisudha Karya Kudus

oleh
Essa saat berselfie dengan kawan-kawan wisudanya (foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dari 38 wisudawan Perwira Pelayaran Niaga Tingkat IV SMK Wisudha Karya Kudus, hanya ada satu sosok perempuan yang ikut serta diwisuda di Halaman kampus sekolah SMK yang terletak di Kelurahan Mlatinorowito Kudus, Kamis (19/12/2019).

Namanya, Essa Irja Claudia (20) dia menjadi satu –satunya perwira pelayaran perempuan niaga ahli Nautika tingkat IV dan ahli teknika tingkat IV SMK Wisudha Karya Kudus yang diwisuda pada hari ini. Essa tercatat sebagai perempuan pertama dan angkatan pertama dari perwira pelayaran yang ada di SMK tersebut.

Essa Irja Claudia, Satu-satunya Perwira Perempuan Lulusan SMK Wisudha Karya Kudus (Foto: YM)

Menurut Kepala Sekolah SMK Wisudha Karya, Fakhrudin, Essa memang menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil menyelesaikan pendidikan pelayaran niaga ahli Nautika tingkat IV selama lima tahun.

Dulu awal masuk menurutnya, memang ada tiga taruni di angkatan ini, namun yang satu memutuskan untuk tidak melanjutkan Prala sehingga tinggal dua yang memutuskan untuk lanjut prala, setelah turun prala hanya satu yang memutuskan untuk lanjut pasca.

TRENDING :  JPPA Mediasi Kasus Penganiayaan Siswi di Kudus, "Semua Sudah Selesai Secara Kekeluargaan"

“Jadi memang tinggal Essa satu-satunya perwira perempuan yang kita lantik sebagai wisudawan pada hari ini,” terang Fakhrudin.

Dijelaskan oleh dia, Essa memang sejak kelas X sudah menjadi ikon bagi sekolah ini. Untuk ikut mempopulerkan pendidikan pelayaran di SMK Wisudha Karya Kudus.

“Essa dari sisi kepercayaan dirinya sudah sangat luar biasa, tadi dirinya juga yang mewakili kawan-kawan seangkatannya untuk tampil dipanggung memberikan kesan dan pesannya selama mengikuti pendidikan ini. Saya melihat dia bagus kesiapannya untuk menjadi seorang perwira,” ujar dia.

Putri sulung dari 4 bersaudara, warga Kelurahan Mlati Kidul ini memang mewarisi jiwa patriot ayahnya Irjayanto yang seorang anggota TNI di Kodim 0722 Kudus.

Dihadapan sejumlah awak media ia pun menceritakan senang susahnya ketika sedang melaut.

“Ya banyak suka daripada dukanya. Tergantung orangnya. Kalau saya sebagai kapten atau dek di sebuah kapal. Saya yang mengoperasikan alat-alat kapal,” jelas gadis dari empat bersaudara itu.

TRENDING :  Stikes Muhammadiyah Kudus Adakan Seminar Penelitian University Research Colloquium (URECOL)

Ia mengatakan, untuk menjadi seorang perwira pelayaran tidak mudah. Apalagi dia adalah seorang perempuan. Ia harus belajar dan berjuang untuk menuntut ilmu sebagai seorang pelayar perempuan.

Bahkan, awalnya dia bersama dua perempuan lainnya yang menimba ilmu menjadi perwira. Hanya, sampai dengan kini hanya tinggal dirinya saja dan 37 perwira yang merupakan laki-laki semua.

“Bisa bertahan sampai saya bersukur. Karena yang lain pada gugur. Saya bangga terhadap diri sendiri. Perjuangan di kapal bagi cewek, ini bener-bener berat. Selama satu tahun, harus bisa adaptasi pekerjaan mereka (laki-laki) juga,” ujarnya.

Meskipun demikian ia bersyukur. Sekarang banyak perusahaan-perusahaan yang menawari dirinya untuk bekerja. Hanya ia mengaku akan bekerja di kapal passenger ke luar negeri.

“Setelah ini kan ada perusahaan perusahaan yang bekerja sama dengan SMK. Mungki saya akan ikut kepada mereka. Ke kapal passenger ke luar negeri,” ujarnya.

TRENDING :  Di Jakarta Permohonan Praperadilan Tamzil Ditolak, Di Kudus KPK Kembali Periksa 23 Orang Saksi

Selama belajar lima tahun ini, cukup banyak pelajaran yang ia dapatkan. Berawal dari berkhayal sampai dengan akhirnya bisa mengoperasikan mesin-mesin alat navogasi di sebauh kapal.

“Banyak ilmu. Tanpa bapak ibu guru tidak seperti ini. Terima kasih Djarum foundation. Terima kasih kepada orang tua kami,” ujarnya.

Ayah Essa, Irjayanto (45) yang turut hadir pada upacara wisudha putri sulungnya ini mengaku bangga dengan anaknya tersebut. Dari pihak keluarga memang sebelumnya mendukung cita-cita yang diinginkan oleh Essa yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara.

“Essa sudah dilirik sejumlah instansi termasuk yang non pelayaran, tapi dia lebih memilih bekerja sebagai pelayar. Sebagai orangtua kami selalu mensuport karena dia kepengennya seperti itu,” jelasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :