“From Trash to Trees Part 2”: Gerakan Hijaukan Lau Lewat Kolaborasi Komunitas

oleh -440 Dilihat
Sejumlah siswa turut serta memperingati Hari Pohon, berbagai komunitas peduli lingkungan menggelar aksi “From Trash to Trees Part 2” di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Minggu (30/11). (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com — Memperingati Hari Pohon, berbagai komunitas peduli lingkungan menggelar aksi “From Trash to Trees Part 2” di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Minggu (30/11). Kegiatan tersebut menjadi ajang kolaborasi antara komunitas Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek), Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW), dan Peka Muria dalam mengampanyekan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Ketua panitia, Aulia Wakhidatus Sholihah, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk konsistensi komunitas Kresek dalam mengedukasi publik mengenai sampah plastik dan isu lingkungan yang lebih luas.

Sebanyak 25 bibit pohon ditanam di tujuh titik, yakni kawasan lapangan, Punden Depok, Belik Kedinding, Belik Ngecis, Belik Gayam, Belik Sumur, dan Belik Serut.

Jenis pohon yang ditanam meliputi ficus, beringin, pohon karet, serta sejumlah pohon buah. Pemilihan jenis tanaman dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan kawasan Piji yang membutuhkan vegetasi berdaya serap air tinggi untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

Aulia menambahkan bahwa aksi tanam pohon ini merupakan upaya perluasan gerakan komunitas Kresek, yang selama ini identik dengan isu sampah plastik. “Dari komunitas Kresek Kudus, kami menyelenggarakan aksi lingkungan From Trash to Trees Part 2. Ini kerja sama dengan Kampung Budaya Piji Wetan dan Peka Muria,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menarik perhatian pelajar yang memiliki minat terhadap isu lingkungan, salah satunya Tsania Insani Kamilia (17), siswi SMKN 1 Kudus. Ia menilai keikutsertaannya dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga.

“Menjaga lingkungan itu penting. Contoh simpelnya jangan buang sampah sembarangan dan biasakan memilah sampah,” tuturnya.

Melalui aksi penanaman pohon tersebut, para peserta berharap Desa Lau semakin hijau sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.