FSP RTMM-SPSI Kudus Salurkan Bantuan Pasca Banjir untuk 5.500 Buruh Rokok

oleh -205 Dilihat
Penyerahan bantuan simbolis berupa beras 5 kilogram oleh Ketua PC FSP RTMM-SPSI Kabupaten Kudus, Sabar, kepada perwakilan buruh terdampak banjir di PT Nikorama Mejobokudus, Jumat (13/2/2026), sebagai wujud solidaritas serikat pekerja kepada anggotanya. (Aris SOfiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Pimpinan Cabang FSP RTMM-SPSI (Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Kabupaten Kudus menyalurkan bantuan pasca banjir kepada ribuan buruh pabrik rokok yang terdampak di Kabupaten Kudus. Penyerahan bantuan simbolis dilakukan di PT Nikorama Mejobo Kudus, Jumat (13/2/2026).

Ketua PC FSP RTMM-SPSI Kudus, Sabar, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas dan kepedulian serikat pekerja kepada para anggotanya yang terdampak musibah banjir. Bantuan yang diberikan berupa beras 5 kilogram untuk setiap anggota terdampak.

“Hari ini kami dari pengurus RTMM memberikan bantuan simbolis berupa beras 5 kilogram. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam membangun solidaritas dan empati kepada anggota yang terdampak banjir,” ujarnya.

Sabar yang juga menjabat Ketua PUK di PT Nikorama menyampaikan terima kasih kepada para donatur dari sejumlah perusahaan di Kudus yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, di antaranya PT Djarum, NoJorono Group, PT Sukun Wartono Indonesia, serta dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Menurutnya, total buruh pabrik rokok anggota FSP RTMM-SPSI yang terdampak banjir di Kudus mencapai sekitar 5.500 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.011 orang merupakan pekerja dari PT Djarum, sedangkan sisanya berasal dari perusahaan di luar grup tersebut, termasuk Sukun Group dan beberapa perusahaan lain.

Khusus di PT Nikorama, jumlah pekerja yang terdampak banjir tercatat paling banyak, yakni sekitar 720 orang.

“Di PT Nikorama ini yang terdampak banjir ada sekitar 720 anggota. Maka hari ini kami serahkan bantuan simbolis di sini. Semoga ini bisa bermanfaat bagi para pekerja yang terdampak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak dilihat dari besar kecilnya nilai, melainkan sebagai simbol persaudaraan dan kepedulian antaranggota dalam wadah serikat pekerja.

“Jangan dilihat dari nilainya, tapi ini adalah bentuk persaudaraan kami kepada sesama anggota yang sedang mengalami musibah,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :