Gapoktan se-Kabupaten Kudus Dilatih Pengolahan Limbah Pertanian

oleh -983 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Tim Demplot (Demontrasi Plot) UGM Jogyakarta memberikan pelatihan pengolahan limbah pertanian terpadu dan pembuatan agensia hayati, untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan ternak kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Kabupaten Kudus, Kamis (2/6).

image

Acara yang berlangsung di Aula kantor Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Klaling, Kecamatan Jekulo itu hasil kerja sama dengan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Kudus yang diikuti 50 peserta.

Ketua BP3K Kecamatan Jekulo Harjono mengucapkan, terima kasih kepada tim pendampingan dari UGM yang sudah hadir di Kudus untuk memberikan pelatihan kepada para petani. Menurutnya, hal itu sangat membantu untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi kebutuhan pangan.

image

“Dengan adanya pendampingan terhadap para petani dengan cara menggunakan sistim alih teknologi pertanian sangat membantu, sehingga nantinya mampu untuk meningkatkan swasembada pangan,” kata Harjono.

Sementara itu, Dosen pendamping UGN Jogyakarta Ma’ruf Nurudin mengungkapkan, kehadiran tim di Kudus untuk sama- sama belajar dan saling bertukar ilmu maupun pengalaman dalam bidang pertanian.

“Pemerintah mempunyai cita-cita dalam program penyuburan tanah pertanian, agar lebih produktif dengan tujuan swasembada pangan. Sudah kewajiban kita bersama untuk mewujudkan cita-cita itu,” ujarnya.

Adapun materi yang disampaikan dalam acara tersebut di antaranya mengenai Bakteri Bacillus, yang dapat menguraikan fospor sehingga nutrisi bisa diserap oleh tanaman. Bakteri ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hayati cair. Selain itu dapat membantu memperpanjang akar, batang dan pertumbuhan bunga serta buah.

Selanjutnya dijelaskan mengenai pengolahan limbah sebagai bahan pakan ternak dengan sistim fermentasi dengan menggunakan bahan dasar dedak, onggok, tetes tebu, dan jagung. “Semoga nantinya pelatihan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya para petani agar ke depannya perkonomian petani lebih sejahteta,” jelas Ma’ruf. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :