Kudus,isknews.com – Giman warga desa Panjang kecamatan Bae kabupaten Kudus mengawali profesi sebagai Pawang Burung sejak 17 tahun lalu.
Dirinya mengaku dulunya belajar dari seseorang yang saat ini telah meninggal.” Dulunya saya belajar dari pak Madekan yang sekarang sudah meninggal” tuturnya.
Pengalaman sebagai Pawang Burung yang ditekuni bahkan telah cukup dikenal sebagai solusi ketika burung piaraan terlepas dari sarangnya.
“ 80 persen burung yang lepas bisa kembali tertangkap kecuali jenis Cucak Ijo yang memiliki warga seperti daun dan jarang berkicau berbeda dengan Murai yang rajin berkicau sehingga keberadaan nya lebih mudah diketahui.” Terangnya.

Berbekal tongkat stick yang bisa disambung hingga panjang 17 meter pak Giman juga melengkapi diri dengan Pulut ( Lem ) serta serangga Jangkrik untuk merangsang burung mendekat.
“ Setelah burung tertangkap Pulut atau lem dibersihkan dengan minyak goreng sehingga bulu kembali baik.” Ungkapnya.
Setelah berhasil menangkap burung lepas kemudian akan diunggah di media sosial Facebook dan status WA dengan akun @pawang manuk dan nomor hp +62 823-3185-8228.
Saat ditanya soal ketertarikan pelihara burung dirinya menjawab singkat,”
Saya justru tak memelihara burung sebab sulit merawatnya.” Pungkas dia. ( Mr )








