Gowes ke Kantor, Bupati Kudus Dorong Efisiensi BBM hingga 25 Persen

oleh -1056 Dilihat
Potret Bupati Kudus, yang sedang berangkat kerja menggunakan sepeda. (Foto: Diskominfo Kudus)

Kudus, isknews.com – Upaya efisiensi anggaran daerah mulai ditunjukkan secara konkret oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Dengan mengayuh sepeda dari rumah menuju Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (31/3/2026), ia menegaskan komitmen penghematan energi yang ditargetkan mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga 25 persen.

Aksi bersepeda ke kantor tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari dorongan nyata agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus mulai menerapkan pola kerja yang lebih hemat dan sehat.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, langkah sederhana seperti bersepeda atau berjalan kaki memiliki dampak besar, baik terhadap kesehatan maupun efisiensi penggunaan energi.

Bike to work ini menjadi salah satu upaya sederhana yang bisa kita lakukan bersama. Selain menyehatkan, juga membantu menghemat penggunaan bahan bakar,” ujarnya.

Ia menegaskan, gerakan tersebut sejalan dengan kebijakan efisiensi yang sebelumnya disampaikan dalam presentasi Program Strategis Nasional (ProSN) di Pringgitan Pendapa Kudus. Dalam forum itu, ia menargetkan penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di kisaran 20 hingga 25 persen.

Menurutnya, efisiensi BBM menjadi langkah strategis untuk menekan belanja daerah sekaligus mendorong pola kerja yang lebih efektif. Upaya tersebut dilakukan melalui pembatasan perjalanan dinas serta optimalisasi penggunaan kendaraan operasional.

Yang penting ada datanya, ada signifikansinya. Kita targetkan penghematan di kisaran 20 sampai 25 persen,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga mendorong penggunaan alternatif mobilitas hemat energi, seperti kendaraan listrik, bersepeda, hingga berjalan kaki untuk jarak dekat. Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan.

Tak hanya sektor transportasi, efisiensi juga diperluas ke penggunaan listrik di lingkungan perkantoran. ASN diminta disiplin mematikan lampu, AC, dan perangkat komputer saat tidak digunakan, serta mengurangi aktivitas lembur yang tidak mendesak.

Melalui pendekatan berbasis data dan pengawasan yang ketat, ia berharap kebijakan efisiensi ini mampu memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan anggaran daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh ASN untuk mulai membiasakan pola hidup sehat sebagai bagian dari budaya kerja baru di Kudus.

Kami mengajak ASN untuk mulai membiasakan bersepeda atau berjalan kaki ke kantor. Ini bagian dari upaya menuju Kudus Sehat sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” imbuhnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.