Hadi Priyanto Luncurkan Buku Ratu Kalinyamat “Rainha de Jepara”

oleh -105 Dilihat
Foto: Suasana saat Launching buku Hadi Priyanto Ratu Kalinyamat. (istimewa)

Jepara, ISKNEWS.COM – Purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak membuat Hadi Priyanto berhenti berkarya. Peraih penghargaan Humas Paling Inspirasional Tingkat Nasional tahun 2015 ini meluncurkan buku yang berjudul Ratu Kalinyamat “Rainha de Jepara” sebagai kado bagi masyarakat Jepara dalam memperingati hari jadi kota ke 469. Peluncuran buku tersebut dilaksanakan pada Rabu (04-04-2018) malam, di Pendapa Kabupaten Jepara.

Hadir dalam kesempatan itu, Sekda Jepara, Sholih, Staf Khusus Gubernur Jateng, Sunaryo, Kabid Pembinaan dan Pendidikan Disdikpora Jateng, Bambang Supriyono, serta Mantan Bupati Jepara, Hendro Martojo. Disamping itu juga hadir sekitar 200 tokoh masyarakat, seniman, guru dan budayawan.

Dikatakan Hadi, saat ini pengetahuan masyarakat tentang Ratu Kalinyamat sebagai penguasa Jepara agak minim. Bahan pustaka juga tidak banyak ditemukan. Sehingga, anak-anak tidak bisa belajar banyak tentang sosok Ratu Kalinyamat. Kecuali mereka hanya mengenang mitos tapa wudha dan mengenal kedudukannya sebagai Ratu Jepara.

“Apa yang dilakukan Kalinyamat, bagaimana ia melakukan, serta spiritnya tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Untuk itu, dalam rangka menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai sumber literasi bagi dunia pendidikan, bersama Yayasan Kartini Indonesia, menerbitkan buku tentang Ratu Kalinyamat,” ujar Hadi, yang juga Ketua Yayasan Kartini Indonesia.

Harapannya, buku ini dapat mengisi kekosongan pustaka, baik di sekolah, dan perpustakaan desa. Sehingga mereka akan bisa belajar tentang sejarah kearifan lokal daerahnya. “Dari perjalanan hidup Ratu Kalinyamat kita dapat belajar tentang semangat dan nilai nasionalisme, patriotisme, solidaritas, karakter, integritas, optimisme, keteladanan, kesetiaan, dan bahkan spiritualitas,” kata Hadi.

Untuk itu, saya khawatir karena kurangnya buku tentang ratu kalinyamat, baik sumber tertulis, sumber artefak, maupun sumber filologi yang bersumber dari tradisi lisan, Ratu Kalinyamat akan dapat dengan mudah dilupakan. “Karena itu, sejak 2012 lalu, saya mencoba meriwayatkan kembali, agar jejak pengabdiannya pada bangsa tidak semakin dilupakan karena perjalanan waktu,” tutur Hadi.

Dekan Fakultas Ilmu dan Bahasa Undip, Alamsyah mengungkapkan, kebesaran Ratu Kalinyamat yang menjadi penguasa Jepara tahun 1549-1579, digambarkan oleh orang-orang Portugis sebagai De Kranige Dame, wanita pemberani. “Penulis Portugis, Diego de Couto, menggambarkan Ratu kalinyamat sebagai Rainha de Jepara, senhora paderosa e rica, Ratu Jepara seorang wanita kaya dan berkuasa dan juga dicatat, memiliki peran besar dalam melakukan syiar Islam secara damai,” ujar Alamsyah.

Alamsyah menambahkan, dalam buku Hadi Priyanto, mendeskripsikan bahwa Ratu Kalinyamat adalah tokoh abad Ke-16 yang berusaha merekatkan semangat kenusantaraan dengan menggunakan media maritim. Eksistensi Ratu Kalinyamat, sudah diakui dalam skala lokal, interinsuler, dan internasional.

Tidak berlebihan, jika lahirnya buku Ratu Kalinyamat ini, akan meneguhkan semangat agar sosok Ratu Kalinyamat tidak hanya menjadi ikon lokal yang sekedar menjadi tokoh kultural. Tetapi, agar dapat diangkat kembali sebagai pahlawan Nasional. Sehingga secara de facto dan de jure, ketokohan dan kepahlawanan Ratu Kalinyamat menjadi milik bangsa Indoensia. “Mari kita kembali bersinergi, untuk mengusulkan kembali Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan Nasional.” katanya. (ZA/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.