Hambat Aliran Sungai Pendo Tumpukan Sampah Sumbat Jembatan Desa Kirig

oleh -999 kali dibaca

KUDUS,isknew.com – Timpukan sampah, nyaris menyumbat mulut atau lubang Jembatan Sungai Pendo, di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Sampah yang diduga terbawa oleh aliran air saat sungai itu banjir itu, jika dibiarkan dan tidak segera diambil, dikhawatirkan akan menyebabkan menghambat aliran sungai tersebut.
Pantuan isknews.com, Minggu (14/2), sampah yang menutup dua dari tiga jembatan Sungai Pendo itu, terdiri dari ranting-ranting kering, batang dan pelapah pisang, serta tanaman enceng gondok. Dilihat dari tumpukan yang memanjang sampai sekitar lima meter lebih, diduga sampah tersebut sudah cukup lama berhenti di mulut jembatan tersebut.
Akibatnya, air Sungai Pendo, hanya dapat mengalir melalui satu lubang jembatan di sebelah timur. Padahal, tepat di sebelah jembatan itu, terletak Kedung Krobyokan yang ada di desa tersebut. Waduk Krobyokan, yang berfungsi sebagai pengendali dan pengatur aliran Sungai Pendo, yang digunakan untuk pengairan ratusan hektar lahan sawah, di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Sungai Pendo, dan meluas sampai ke lahan-lahan sawah di Desa Payaman.
Melalui pintu-pintu air Kedung Krobyokan itulah, petani di Desa Kirig, mengaliri lahan-lahan sawahnya, untuk kebutuhan irigasi, dari mulai tanam hingga tiba musum panen. Awal tanam yang dimulai dengan membajak sawah-sawah tersebut dengan menggunakan traktor, dan mencangkul tanah yang sudah selesai dibajak.
Menurut seorang petani setempat, yang ditemui isknews.com, saat menunggui sawahnya, membenarkan kalau petani di Desa Kirig, terutama di sebelah barat, dalam kebutuhan irigasi, sangat bergantung pada pasokan air dari Kedung Krobyokan, termasuk pada saat sekarang ini, di mana tanaman padi di lahan sawah mulai berbuah. “ Air di Kedung Krobyokan ini hampir tidak pernah kering, meskipun sedang musim kemarau. Kalau air kedung sedang menyusut, masih mampu mengairi sawah seluas 60-70 hektar. Akan tetapi kalau airnya penuh, luas lahan sawah yang dialiri sekitar 200 – 300 hektar. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :