HAN 2025, Bupati Kudus Serukan Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Bullying

oleh -102 Dilihat
Foto: Bupati Kudus Sam'ani Intakorissaat sambutan dalam rangka hari anak nasional (HAN) 2025 di Pendopo Kabupaten, Sabtu (26/5/2025). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyerukan pentingnya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan (bullying), pelecehan, dan pernikahan dini. Hal itu ia sampaikan di hadapan ratusan anak-anak saat menghadiri puncak perayaan HAN di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (26/7/2025).

“Ini momen kita bersama untuk memastikan Kabupaten Kudus menjadi wilayah yang benar-benar ramah anak. Jangan sampai ada kekerasan, pelecehan, bullying, maupun pernikahan usia dini. Anak-anak kita harus sehat, kuat, dan hebat,” tegas Bupati.

Sam’ani menyebutkan bahwa sejumlah langkah telah dilakukan Pemkab Kudus untuk mendukung perlindungan anak. Di antaranya adalah penyelenggaraan seminar, pendekatan ke sekolah-sekolah, serta kerja sama lintas instansi, termasuk Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan.

Tak hanya itu, Bupati juga mendorong desa-desa agar lebih aktif dalam mendata jumlah anak serta memantau aktivitas mereka. “Kita ingin tahu bagaimana tumbuh kembang anak-anak di masing-masing desa. Jangan sampai mereka lepas dari pengawasan, karena antisipasi dini jauh lebih penting,” ujarnya.

Puncak peringatan HAN 2025 di Kudus berlangsung meriah dengan agenda utama nonton bareng film animasi edukatif Wakakibo Kids The Series bersama anak-anak dari jenjang PAUD hingga SMP. Film ini merupakan karya siswa-siswi SMK RUS Kudus yang mengangkat nilai-nilai kebangsaan, cinta lingkungan, dan keberagaman.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Satria Agus Himawan, menjelaskan bahwa acara ini adalah bagian dari rangkaian HAN yang sudah dimulai sejak 23 Juli lalu. “Kami awali dengan santunan anak yatim, lomba tahfiz, dan mengajak sekolah-sekolah menggelar permainan tradisional hingga olahraga,” ungkapnya.

Selain nonton film, anak-anak juga mengikuti berbagai kegiatan interaktif seperti mewarnai karakter Wakakibo, TikTok challenge, Voice Over challenge, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pelantikan Forum Anak Kabupaten Kudus.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap dapat menciptakan ruang yang aman dan inspiratif bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang, serta membentuk generasi unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Satria. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :