Kudus, isknews.com – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 yang mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus menggelar berbagai kegiatan kolaboratif yang melibatkan Yayasan Yatim Mandiri. Kegiatan berlangsung meriah di Aula Kantor Wakil Bupati Kudus, Rabu (23/7/2025).
Plt Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Satria Agus Himawan melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Yuni Saptorini, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HAN tahun ini tidak hanya berfokus pada edukasi dan hiburan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap anak-anak yatim dan kesehatan anak.
“Pada hari ini, ada kegiatan santunan yatim untuk 30 anak dan lomba tahfiz Al-Qur’an yang dibagi dalam dua kategori, diikuti sekitar 120 peserta. Kami juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) bagi anak-anak seusai lomba,” jelas Yuni.
Ia menambahkan bahwa puncak peringatan HAN akan digelar pada Sabtu, 26 Juli 2025, di Pendopo Kabupaten Kudus. Agenda puncak mencakup seminar nasional anak, pemutaran film edukatif animasi Wakakibo Kids produksi SMK Raden Umar Said, serta pelantikan Forum Anak Kabupaten Kudus.
“Di pagi harinya ada kegiatan spontanitas seperti lomba mewarnai, menggambar, hingga tantangan menirukan lagu dari film Wakak Ibu. Kemudian pukul 10.00 akan dilanjutkan dengan seminar anak yang rencananya dibuka langsung oleh Pak Bupati. Setelah itu, jam 13.00 akan ada pelantikan forum anak, dan penutupan dengan pemutaran lanjutan Wakak Ibu Series,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Yayasan Yatim Mandiri Kudus, Muhammad Halimi Sa’dullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Gebyar Muharram dan program ASA (Alat Sekolah Ceria), yakni penyerahan simbolis bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak yatim.
“Sebanyak 89 anak menerima bantuan berupa tas, sepatu, dan alat tulis sekolah. Selain itu, lomba tahfiz untuk umum kami gelar untuk anak usia 7 hingga 9 tahun (kategori A) dan usia 10 hingga 12 kelas 6 SD (kategori B),” ujar Halimi.
Ia menjelaskan, Yatim Mandiri Kudus melakukan pembinaan terhadap sekitar 250 anak yatim di Kudus dan Jepara melalui sanggar edukatif seperti Sanggar Jenius (matematika) serta Sanggar Al-Qur’an. Pembinaan dilakukan di tujuh titik di Kudus dan tiga titik di Jepara.
“Kami mendampingi anak-anak yatim yang masih tinggal bersama orang tuanya atau keluarga. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus diadakan secara rutin setiap tahun, dengan variasi lomba lainnya seperti tilawah, puisi, atau mewarnai,” tutupnya.
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan semangat kolaboratif dalam membina dan melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (AS/YM)







