Hanya Indoor dan Kuota Terbatas, Plt Bupati Ijinkan Gelar Pentas Hiburan Musik di Kudus

oleh

‎Kudus, isknews.com – Usai melakukan audiensi dengan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Plt Bupati Kudus HM Hartopo, sejumlah pegiat musik dan hiburan di Kudus ini keluar dari ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Kudus dengan raut ceria.

Pasalnya Plt Bupati Kudus telah memberikan lampu hijau bagi mereka untuk kembali bekerja dengan berbagai syarat. Syarat utama adalah telah mengantongi surat ijin dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kudus, yang dilakukan baik oleh penyelenggara dan atau grup orkes yang akan pentas dalam hajatan.

Hal itu disampaikan oleh salah satu pegiat hiburan dangdut, biduan Irma Glow (30) saat ditemui sejumlah awak media usai keluar dari pertemuan bersama sejumlah kolega pegiat seni hiburan di Kudus, Kamis (25/06/2020).

TRENDING :  " GEROBAG KRANGKENG " Delman Khas Kudus

Menurutnya, Pemkab Kudus hanya memperbolehkan adanya kegiatan musik di ruang indoor, dengan kuota maksimal 50 orang tamu undangan secara bergantian didalam gedung.

Sejumlah pegiat seni hiburan dangdut di Kudus, usai beraudiensi dengan Plt Bupati Kudus HM Hartopo (Foto: YM)

“Pentas hanya boleh indoor dahulu, itupun pihak penyelenggara hajatan harus menyediakan wastafel portabel untuk cuci tangan,” ucapnya..

Namun apapun dirinya mengucapkan terima kasih atas kembali diizinkannya dirinya dan kawan-kawan para pelaku hiburan orkes dangdut untuk tampil meski hanya di skup hajatan perkawinan atau sunatan.

“Ya terima kasih sudah boleh menyanyi lagi. Karena selama ini, banyak biduan dangdut yang terpaksa harus beralih profesi kebidang pekerjaan yang lain sejak pandemi terjadi.

“Banyak teman saya ini tidak bisa ‎lagi bekerja. Saya sendiri jualan masker dan beras,” ujar dia.

Pegiat hiburan dangdut di Kudus, biduan Irma Glow (Foto: YM)

Sementara itu, Blegoh Alun Sadayu, koordinator paguyuban para pemilik orkes dangdut di Kudus sangat mengapresiasi keputusan Pemkab Kudus yang memberikan izin orkes meskipun hanya untuk kegiatan di dalam gedung.

TRENDING :  Sekuel Rananggana oleh Komunitas Seni Samar Sukses Pukau Penonton

Dirinya juga mengingatkan kepada rekan-rekannya untuk konsisten pada prosedur penyelenggaraan kegiatan hiburan seperti yang sudah digariskan oleh Plt Bupati.

“Meski sudah ada lampu hijau kita tetap konsisten untuk melakukan perijinan terlebih dahulu, saya dengar lama mengurus perijinan hingga 7 hari sebelum pentas. Imbauannya yang penting sesuai protokol kesehatan,” ujar dia.

Seperti diketahui, kemarin para pegiat seni dan hiburan ini juga sudah melakukan audiensi dengan ketua DPRD Masan terkait keinginan mereka agar diperbolehkan tampil di hajatan-hajatan.

Sementara itu Plt Bupati Kudus HM Hartopo ditempat yang sama membenarkan, dirinya telah memberikan izin asalkan tetap melaksanakan protokol kesehatannya.

TRENDING :  Menikmati Film Di Bioskop NSC Pati Nunggu Buka Puasa

‎Selain itu, pihanya hanya memberikan izin untuk pergelaran orkes dangdut di dalam ruangan (indoor).

“Tapi perijinan penyelenggaraan orkes tersebut‎ harus diusulkan jauh hari sebelumnya karena izin dikeluarkan maksimal sekitar dua minggu sebelum acara berlangsung,” katanya.

Hal ini menurutnya, karena pihaknya juga akan melibatkan unsur tim gugus tugas untuk memantau penerapan protokol kesehatan.

“Berapa jumlah orang yang boleh masuk dalam gedung, nanti kami yang akan menentukannya,” jelas dia.

Menurutnya, dirinya tak segan-segan akan memerintahkan untuk menghentikan kegiatan pentas di hajatan tersebut, bila diketahui tidak mentaati kesepakatan yang telah disetujui bersama dalam hal penerapan protokol kesehatan.

‎”Ini upaya untuk menggerakkan kembali perekonomian,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :