Harga Gula Merah Melambung, Petani Tebu Kebanjiran Untung

oleh -939 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Melonjaknya harga gula merah sejak awal tahun 2016, menjadi berkah tersendiri bagi petani tebu, khususnya yang ada di kabupaten Kudus. Kenaikan harga gula tentu saja berdampak positif pada naiknya harga jual tebu.

Hal itu diamini Ngatono (33) petani tebu asal desa Jojo, Kudus, ketka di temui media ini di sawah tebu miliknya(06/04). Dia sangat bersyukur dengan kenaikan harga gula merah tahun ini, karena harga jual tebu meningkat drastis.

”Biasanya tebu satu petak sawah dihargai Rp 3-4 juta saja, berhubung gula merah di pasaran naik cukup signifikan, harga jual tebu satu petaknya bisa mencapai Rp 6 – 7 juta,” katanya.

Disisi lain kenaikan harga gula merah juga dikeluhkan pelaku usaha penggilingan gula merah. Ngarbi (51) pengusaha penggilingan tebu asal desa Cranggang (06/04) menjelaskan, sebenarnya tidak keberatan dengan melambungnya harga jual tebu, karena memang di pasaran gula merah mencapai Rp 18.000per kg.

Namun kondisi saat ini tebu yang ada di sawah rata-rata masih belum cukup umur untuk diproses menjadi gula merah. ”Rendemen gula hanya mencapai 6-7 kg per satu kwintalnya. Kalau begitu terus bukannya untung, bisa-bisa kami malah menderita kerugian,” keluhnya.

Seperti diberitakan isknews.com sebelumnya harga gula merah menembus Rp 18.000 per kg. Padahal bulan lalu masih berkisar Rp 17.000 per kg, hal itu tentu saja dikeluhkan berbagai pihak yang memang kesehariannya menggunakan gula merah. (Mukhlisin)

KOMENTAR SEDULUR ISK :