Hari Antikorupsi Sedunia, GNPK : Partisipasi Masyarakat Penting Dalam Pemberantasan Korupsi

oleh -1,281 kali dibaca
Sugiyanto ketua GNPK Kudus disela sela diskusi publik Kudus Bangkit Tanpa Korupsi (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2021 diperingati oleh Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) dan Lembaga Kajian Strategis Kudus (LKiss) dengan menggelar diskusi publik bertemakan Kudus Bangkit Tanpa Korupsi di Hotel @hom Kudus, Kamis (09/12/2021).

Dari unsur pemerintah Kabupaten mewakili Bupati Kudus hadir Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Kudus Adi Harjono serta ketua DPRD Masan, tokoh masyarakat, Aparat penegak hukum. akademisi, sejumlah aktivis LSM, Ormas dan pergerakan mahasiswa.

Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua DPK GN-PK Kudus Moh Sugiyanto mengatakan, pihaknya membuat acara Diskusi Publik dalam peringatan Hari Antikorupsi ini lantaran ingin mempertemukan antara Pemkab Kudus dengan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat punya peran penting untuk ikut berpartisipasi memberantas korupsi di Kabupaten Kudus. Oleh karena itu, pihaknya mengadakan kegiatan ini untuk membangun sinergitas antara Pemkab Kudus dengan masyarakat terkait pemberantasan korupsi.

Apalagi, di lingkungan Pemkab Kudus sempat terjadi Operasi tangkap Tangan (OTT) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa tahun lalu. Sehingga, kata Sugiyanto, perlu dibangun kepercayaan kembali antara pemerintah dengan masyarakat melalui kegiatan ini.

“Diskusi seperti ini diadakan supaya masyarakat bisa memberikan masukan kepada pemerintah terkait penanganan korupsi. Selain itu, Pemkab Kudus juga bisa memberikan transparansi terkait sistem yang ada. Jadi kedanya bisa saling bertukar ide pendapat,” kata Sugiyanto.

Selain itu kata dia, pihaknya juga berharap masyarakat bisa sadar bahwa korupsi dalam bentuk sekecil apapun tidak baik untuk dilakukan.

Sebelumnya dalam sambutannya, kepala Inspektorat daerah Kabupaten Kudus Adhy Hardjono menyampaikan, pihaknya akan mendukung pemberantasan korupsi di lingkungan pemerintahan setempat. Serta, mendorong terbentuknya pemerintahaan yang baik.

“Kita akan ciptakan good goverment di Kabupaten Kudus,” ucapnya.

Sementara itu ketua DPRD Masan usai acara menyampaikan bahwa, pencegahan perilaku korupsi di Kabupaten Kudus menjadi tanggung jawab bersama masyarakat Kudus. Utamanya, saat adanya pemilihan umum baik itu kepala daerah, legislatif, hingga tingkat pemilihan kepala desa sekalipun.

Masan menilai, bibit perilaku korupsi para pejabat publik maupun mereka yang memiliki kekuasaan adalah dimulai dari politik uang di masyarakat. Sehingga membuat biaya kampanye seorang pejabat mencari cara bagaimana mengembalikan biaya kampanyenya.

“Yang saat ini terjadi utamanya di pemilu, sebagian besar masyarakat masih memiliki prinsip kalau tidak ada uang tidak nyoblos. Nah ini yang harus jadi perhatian bersama dan tanggungjawab bersama,” kata Masan. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.