Hari Bumi, Nojorono Bersama Rotary Club Adakan Penyuluhan Pengelolaan Sampah Organik

oleh -569 kali dibaca
PT Nojorono Tobacco International saat memberikan sejumlah bibit tanaman kepada masyarakat desa Karangmalang Gebog Kudus sebagai wujud nyata dukungan terhadap program penghijauan desa.

Kudus, isknews.com – Dalam rangka menyambut Hari Bumi Internasional yang jatuh pada Kamis, 22 April 2021, PT Nojorono Tobacco International bersama dengan Rotary Club Kudus merangkul sejumlah praktisi lingkungan di Kabupaten Kudus mengadakan kegiatan penyuluhan pengelolaan sampah organik di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Rabu (21/4/2021).

Kegiatan yang dilakukan tertutup, terbatas dan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, dihadiri komunitas penggiat lingkungan dan aktivis masyarakat. Penerapan budaya kelola sampah organik secara mandiri menjadi agenda kegiatan.

Direktur utama PT Nojorono Tobacco International, Stefanus JJ Batihalim mengatakan, Kegiatan ini merupakan keberlanjutan program PT Nojorono Tobacco International yang mulai disuarakan sejak tahun 2020 lalu.  Penyuluhan penerapan metode praktis pengelolaan sampah skala rumah tangga ini bertujuan untuk memicu gerak roda perekonomian masyarakat khususnya di lingkup desa di masa pandemi.

“Metode dan teknik praktis pengelolaan sampah merupakan agenda program keberlanjutan PT Nojorono Tobacco International yang dilakukan melalui pendekatan edukasi dan pendampingan berkala di beberapa desa dan lingkup rukun warga sejak tahun lalu,” tutur Stefanus.

Dalam penerapannya, lanjut Stefanus, diperlukan konsistensi dan komitmen serta didukung oleh kaderisasi generasi aktivis lingkungan dan masyarakat

Sementara itu, Retno Wijayanti, praktisi lingkungan dan Administrator Governor D3420 Rotary Club of Kudus Srikandi menjelaskan, Salah satu topik pengelolaan sampah rumah tangga yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah Eco Enzyme, yakni hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula dan air yang diolah menjadi pembersih serbaguna untuk kebutuhan rumah tangga.

“Enzim dari “sampah” ini merupakan salah satu cara manajemen sampah yang sangat mudah dikelola untuk sesuatu yang sangat bermanfaat dan menguntungkan” terangnya.

Sementara Ahmad Munadji, aktivis Lingkungan yang aktif dalam pengembangan desa program kampong iklim (PROKLIM) menyebut, Berbagai metode dan teknis pengelolaan sampah telah menjadi program utama bagi sejumlah Desa, seperti Desa Mejobo  yang kini telah masuk dalam Program Kampung Iklim Madya.

“Tidak dapat dipungkiri, Berbagai program kreatif dan inovatif terus diupayakan bagi masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga secara mandiri,” sebut Ahmad Munadji.

Pada kesempatan yang sama, PT Nojorono Tobacco International memberikan sejumlah bibit tanaman kepada masyarakat desa sebagai wujud nyata dukungan terhadap program penghijauan desa. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :