Hasil Laboratorium, Sungai Karangrandu Tercemar

oleh -948 kali dibaca
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Hasil laboratorium terhadap sampel air sungai Karangrandu Kecamatan Pecangaan menunjukkan jika sungai tersebut tercemar ringan. Kondisi ini dapat dilihat dari beberapa parameter yang melebihi batas mutu baku. Hal itu diungkapkan oleh Kabid Penataan dan Penaatan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aris Widjanarko, dalam konferensi pers, Senin (21/8/2017).
 
Menurutnya,ada banyak factor yang menyebabkan tercemarnya sungai Karangrandu tersebut. Dari hulu hingga hilir terdapat kontribusi yang menyebabkan air Sungai di Karangrandu menghitam dan berbau. Dari 26 parameter yang gunakan dalam penelitian, setidaknya ada tiga indicator yang keberadaannya melebihi mutu aman. “yang paling dominan yakni kandungan Fenol, Bylogical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD),” katanya.
 
Kasie Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan (PDKL) M. Ikhsan mengatakan, dari tiga titik sampel air yang diteliti oleh Laboratorium Cito memang tiga hal itu yang paling dominan dan melebihi mutu aman. Di titik pertama tiga kilometer dari pabrik garmen didapati kandungan Fenol 300, sedangkan batas mutu aman hanya 1. Di titik kedua yang berada di sekitar industry tahu dan tempe, didapati jika kandungan COD paling tinggi yakni sebesar 1120, padahal batas mutu aman hanya 50. Sementara di titik ketiga di bendungan Sungai Karangrandu didapati jika kandungan Fenol masih sekitar 300 dan COD berkurang menjadi 58 saja.
 
“Fenol ini biasa digunakan di industry tekstil untuk pewarnaan. Sedangkan COD dan BOD bisa disebabkan oleh limbah organik, sampah dan sebagainya disepanjang sungai. Untuk Fenol mulai dari titik pengambilan sampel pertama hingga terakhir angkanya tetap sekitar 300,” tuturnya.
 
Lebih lanjut ia mengatakan, disepanjang alur sungai diketemukan zat-zat tersebut. Namun demikian, pada beberapa titik zat tersebut ada yang terurai dan ada yang tetap, namun demikian semua zat tersebut sudah melebihi ambang baku mutu.
 
Menurutnya, zat BOD-COD akan terurai jika mendapatkan cukup air dan arus yang lancar. Ikhsan menambahkan, BOD-COD tidak hanya dihasilkan oleh limbah pabrik tahu, akan tetapi juga oleh limbah lain seperti sampah dan sebagainya. Begitu pula dengan Fenol tidak semata-mata dihasilkan oleh garmen, namun pestisida juga bisa menghasilkan limbah tersebut. “Hal itu karena disepanjang alur sungai ada lahan pertanian,” ungkapnya.(ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.