HIPMI Kudus Ajak Pelaku Usaha Jalanan Masuk Ekosistem Wirausaha

oleh -164 Dilihat
Ketua BPC HIPMI Kudus Singgih Budiyono, saat mebuka seminar wirausaha dalam rangka road to Musyda HIPMI Jawa Tengah dalam Forum Bisnis di Rumah makan Nata, Jepang, Mejobo, Rabu 23/7/25 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kudus mengajak para pelaku usaha jalanan, termasuk para penjual kopi kaki lima, untuk bergabung dalam ekosistem kewirausahaan yang lebih terarah. Ajakan ini disampaikan dalam seminar kewirausahaan pasca Musyawarah Daerah (Musda) HIPMI Perguruan Tinggi (PT) Jawa Tengah, yang digelar di Kudus, Rabu (23/7/2025).

Ketua BPC HIPMI Kudus Singgih Budiyono, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Musda HIPMI PT Jateng. Tujuannya tidak hanya membina mahasiswa, tapi juga menyentuh pelaku usaha muda di lapangan agar lebih terorganisir dan berkembang secara profesional.

“Kami ingin mahasiswa dan pengusaha muda, termasuk yang belum tergabung dalam organisasi, bisa mendapatkan akses pembinaan dan jaringan usaha. HIPMI siap jadi wadah bagi mereka,” ujar Singgih.
Menurutnya, acara ini merupakan tindak lanjut dari Musda HIPMI PT Jawa Tengah. Tujuannya adalah memberikan pembinaan, dan pemahaman untuk berwirausaha.

‎Serta, kata dia, dorongan konkret kepada mahasiswa yang tergabung dalam HIPMI Perguruan Tinggi (PT). Khususnya di wilayah Muria Raya, agar bisa lebih berkembang dan mampu menciptakan usaha-usaha mandiri.

‎“HIPMI PT Jawa Tengah ingin memastikan anak-anak muda yang tergabung bisa melakukan ekspansi usaha serta memberi kontribusi nyata bagi ekonomi daerah. Tantangan terbesar saat ini adalah lemahnya kemampuan digital marketing,” ujarnya.

‎Sebagai respon atas tantangan tersebut, HIPMI Jawa Tengah bersama BPC HIPMI Kudus akan menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan pemasaran digital bagi para pengusaha muda. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi pelaku usaha rintisan yang masih kesulitan dalam memasarkan produknya di era digital.

‎Tak hanya berhenti di aspek pemasaran, HIPMI juga akan fokus pada pendampingan proses perizinan usaha. Mulai dari sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, hingga perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

‎“Kami berkolaborasi dengan DPR RI Komisi VII yang membidangi UMKM, dan sudah disampaikan langsung ke anggota dewan yang hadir hari ini. Harapannya ada bantuan riil untuk anggota HIPMI, terutama yang menghadapi kendala perizinan,” tambahnya.

‎Saat ini, anggota HIPMI Kudus tercatat lebih dari 100 orang, termasuk dari kalangan mahasiswa. Dari tiga HIPMI PT yang ada, dua di antaranya aktif, yaitu HIPMI PT UMK dan HIPMI PT IAIN Kudus. Singgih berharap, semangat anak muda dalam merintis usaha terus dijaga dan ditingkatkan pasca acara ini.
Seminar ini melibatkan mahasiswa dari wilayah Muria Raya seperti Kudus, Pati, dan Jepara. Mereka yang tergabung dalam HIPMI PT didorong untuk tak hanya mengembangkan ide usaha, tetapi juga membangun jejaring dan mengasah keterampilan kewirausahaan sejak dini.

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, yang hadir dalam forum tersebut menyampaikan apresiasinya kepada HIPMI PT Jateng atas inisiatif menggandeng pemuda dan mahasiswa. Ia menilai Kudus memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM dan industri kreatif yang berbasis anak muda.

“Pemkab Kudus selalu siap bersinergi dengan HIPMI dan HIPMI PT. Kita butuh kolaborasi untuk mencetak generasi muda berjiwa entrepreneur,” ucap Bellinda.

Ia juga menyinggung fenomena maraknya usaha kopi jalanan yang kini menjamur di Jalan Jenderal Sudirman dan Ahmad Yani. Menurutnya, para pelaku usaha ini mayoritas adalah anak muda dan mahasiswa, yang justru menjadi bagian dari potensi ekonomi lokal.

“Kami tidak serta-merta menertibkan mereka, tapi memilih pendekatan persuasif. Kami undang mereka berdialog karena mereka juga sedang merintis usaha,” ungkapnya.

Bellinda berharap, HIPMI Kudus dapat merangkul para pelaku usaha tersebut agar masuk dalam ekosistem yang legal, terarah, dan mendapatkan pelatihan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya menjadikan HIPMI sebagai jembatan pembinaan wirausaha berbasis komunitas.

“Kami ingin mereka tidak hanya jualan, tapi juga naik kelas jadi pengusaha yang kuat dan berdaya saing,” tuturnya.

Seminar ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara organisasi kewirausahaan, mahasiswa, pelaku usaha muda, dan pemerintah daerah dalam membangun ekonomi berbasis inovasi dan semangat kewirausahaan di kawasan Muria Raya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :