HPPK : Tutup 2 Hari, Penurunan Omzet Pasar Kliwon Capai 30 milyar Lebih

oleh

Kudus, isknews.com – Hari pertama penutupan sementara pasar grosir terbesar di Pantura Timur Jawa Tengah, Pasar Kliwon Kudus akibat rendahnya kedisiplinan para pedagang dan pengunjung Pasar dalam mematuhi standard protokol kesehatan serta setelah diketahui seorang pedagang meninggal dengan status terkonfirmasi positif covid-19, Jumat (05,06,2020) pagi.

Suasana pasar nampak sepi melompong, jika biasanya rame oleh aktifitas jual beli, kini seluruh kios di Pasar Kliwon tutup rapat, kecuali hanya terlihat para petugas baik dari Dinas perdagangan, Pegawai Pasar Kliwon dan petugas keamanan jaga piket dari instansi terkait.

Hanya terlihat sejumlah petugas pasar yang sedang melaksanakan penyemprotan desinfektan di sudut-sudut kios pasar sepanjang lorong pasar .

Suasana yang biasanya ramai di Pasar Kliwon, kini selama 2 hari akan lengang akibat ditutup semetara oleh Pemkab Kudus pasca tidak dipatuhinya penerapan protokol kesehatan (Foto: YM)

Menurut Kepala Pasar Kliwon Kudus, Sugito, hari ini hingga Sabtu besok memang diagendakan melakukan penyemprotan seluruh kios-kios di Pasar Kliwon, pasca diketahu ada pedagang Pasar Kliwon yang terpapar Covid-19 dan diketahui kini meninggal dunia.

Kita memanfaatkan  waktu tersebut dengan melakukan penyemprotan disinfektan disetiap sudut pasar, tak hanya itu saja pegawai pasar juga memaksimalkan kebersihan pasar, dengan menertibkan barang barang yang tidak bermanfaat atau menjorok dari akses lorong jalan di setiap kios pasar.

“Dijadwalkan kami hari ini dan besok itu menuntaskan seluruh penyemprotan cairan desinfektan dan penertiban serta penataan kios mulai dari lantai dasar hingga lantai 3,” kata Sugito, Jumat (05,06,2020) pagi.

Kepala Pasar Kliwon Kudus menyampiakan, pengambilan langkah ini sudah dilakukan koordinasi antara Dinas Perdagangan maupun asosiasi pedagang pasar Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Kudus  dan sebagai evaluasi karena masih adanya pedagang yang tak patuhi protokol kesehatan, diambillah sikap untuk menutup sementara Pasar Kliwon Kudus.

Sementara itu Sulis, ketua HPPK  Kudus menyampaikan hal yang sama, penyebab ditutupnya Pasar Kliwon lantaran kurang adanya penerapan pengunjung maupun pedagang, untuk melakukan penerapan sosial distansing maupun pisical distancing, serta tidak mencuici tangan dan tak pakai masker.

“Dari kisaran 2500 pedagang yang tidak berjualan selama dua hari ini, memiliki penurunan omset yang diperkirakan secara akumulasi mencapai kurang lebih 30 milyar,” kata dia, Jumat (05,06,2020) pagi.

Sulis menambahkan, sebelumnya para pedagang pasar sudah diberikan sosialisasi agar menerapkan protokol kesehatan saat berjualan, namun dalam prakteknya masih diketahui banyak pedagang dan pengunjung pasar tak pakai masker.

“Dengan adanya keijakan ini diharapkan para pedagang kedepan, dapat menaati protokol kesehatan dilokasi pasar, guna meminimalisir penyebaran wabah covid 19 diPasar Kliwon,” ujar dia.

Sudut-sudut pasr kliwon saat sedang disemprot desinfektan oleh petugas pasar (Foto: YM)

Diketahui sebelumnya, seorang pedagang di Pasar Kliwon yang berdomisili di Jepara telah di swab 26 Mei lalu, dan meninggal 2 Juni lalu. menurut Andini Aridewi , juru bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan covid-19 Kabupaten Kudus, kini tim Gugus Tugas telah melakukan tracking ke tiga kontak erat yang ada didalam pasar.

Menurutnya, penutupan Pasar Kliwon kali ini sebagai evaluasi meningkatkan kesadaran masyarakat, mengingat masih banyak pedagang dan pengunjung Pasar Kliwon yang belum menaati sesuai protokol kesehatan.

“Pedagang Pasar Kliwon yang meninggal ini memang terkonfirm asi Covid-19. Terakhir beraktifitas disana pertengahan bulan puasa informasi dari hasil tracking seperti itu, kalau yang meninggal itu hasil Swab pada 2 Juni,  sudah dilakukan tracking kontak eratnya dengan di tindaklanjuti pemeriksaan swab PCR nya,” terangnya.

Jadi penutupan Pasar Kliwon ini  untuk memberikan penekanan bahwa protokol kesehatan tetap dijalankan, tetap menunggu hasil dari tracking kontak erat.

“Rencana penutupan Pasar Kliwon berlangsung dua hari Jumat dan Sabtu, untuk memberikan kesempatan kepada kontak eratnya dilakukan  tracking dan sterilisasi pasar grosir terbesar di  tersebut,” ujar Andini.

Seperti di ketahui sejumlah Rumah Sakit di Kudus sempat alami zero kasus covid-19, pasca lebaran kini kasus terkonfirmasi covid-19 kembali meningkat, perhari ini ternotifikasi sebanyak 44 kasus konfirmasi Covid-19 (dalam wilayah) di Kabupaten Kudus.

Dari 46 kasus dalam wilayah tersebut sebanyak 8 kasus dirawat, 4 kasus diisolasi, sembuh 29 kasus dan meninggal 5 kasus.

Terdapat satu penambahan kasus baru dalam wilayah, yaitu seorang laki-laki 47 tahun berdomisili di Kecamatan Kaliwungu. Tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit maupun kontak dengan penderita. Dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mulai hari ini dan hasil swab dari RSND Semarang dinyatakan positif. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :