Hujan Deras Picu Tanggul Kali Jawik Jebol, Air Masuk Permukiman Warga

oleh -662 Dilihat
Tanggul Kali Jawik alami jebol Rabu malam menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman penduduk di RT 2 RW 4 Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus (Foto: istimewa/BPBD)

Kudus, iskcom – Tanggul Kali Jawik dilaporkan jebol pada Rabu malam, menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman penduduk di RT 2 RW 4 Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi antara 0 hingga 30 sentimeter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kabupaten Kudus, Eko Hari Jatmiko, mengatakan jebolnya tanggul dipicu oleh meningkatnya debit air Kali Jawik setelah wilayah hulu diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Tanggul Kali Jawik jebol pada Senin malam akibat debit air yang meningkat cukup signifikan. Dampaknya air masuk ke permukiman warga di Desa Pladen dengan ketinggian variatif antara nol sampai tiga puluh sentimeter,” ujar Eko Hari Jatmiko, Kamis (5/2/2026) pagi.

Setelah menerima laporan dari masyarakat dan pemerintah desa setempat, BPBD Kudus langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen sekaligus penanganan darurat.

“Tim BPBD bersama relawan dan perangkat desa melakukan penanganan awal dengan pemasangan karung pasir serta terpal di titik tanggul yang jebol untuk menahan luapan air,” jelasnya.

Selain penanganan darurat, BPBD Kudus juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus untuk langkah perbaikan tanggul secara permanen agar kejadian serupa tidak terulang.

Eko menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah rumah terdampak serta memantau kondisi debit air Kali Jawik, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

“Untuk sementara tidak ada laporan korban jiwa. Kami tetap siaga dan terus memantau situasi di lapangan,” katanya.

BPBD Kudus mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran Kali Jawik, khususnya di Desa Pladen, agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba.

“Kami minta warga tetap waspada dan segera melaporkan ke BPBD jika kondisi memburuk,” pungkas Eko Hari Jatmiko. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.