Luapan Sungai Gelis Robohkan Tembok Pembatas, Enam KK di Singocandi Terpaksa Mengungsi

oleh -371 Dilihat
Debit air yang meningkat mengakibatkan pagar tembok pembatas antara Perumahan Singocandi dan Sungai Gelis roboh sepanjang sekitar 3 meter dengan tinggi 2 meter. Akibat kejadian tersebut, enam rumah warga tergenang air setinggi kurang lebih 1 meter. (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Kudus pada Jumat malam (9/1/2026) memicu peningkatan debit Sungai Gelis hingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan merendam permukiman warga di Kecamatan Kota Kudus. Akibat luapan sungai tersebut, enam kepala keluarga di Desa Singocandi terpaksa mengungsi sementara demi keselamatan.

Luapan Sungai Gelis terjadi di wilayah Desa Singocandi RT 8 RW 3. Debit air yang meningkat menyebabkan pagar tembok pembatas antara Sungai Gelis dan Perumahan Singocandi roboh sepanjang kurang lebih tiga meter dengan tinggi sekitar dua meter.

Kerusakan tembok penahan tersebut mengakibatkan air sungai meluap ke permukiman warga. Sedikitnya enam rumah terdampak dan tergenang air dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter. Warga yang rumahnya terendam memilih mengungsi ke rumah tetangga terdekat untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polsek Kudus Kota bersama jajaran Polres Kudus langsung melakukan pengecekan dan pemantauan ke lokasi terdampak. Aparat memastikan kondisi warga serta memantau potensi luapan susulan mengingat cuaca masih belum stabil.

Selain di Desa Singocandi, peningkatan debit Sungai Gelis juga terpantau di sejumlah titik lain, seperti Dukuh Kuanaran Kelurahan Kajeksan, kawasan Jembatan Taman Siswa di Desa Singocandi dan Desa Demaan, Desa Demangan, Desa Demaan RT 4 RW 5, serta Kelurahan Sunggingan.

Meski debit air mengalami peningkatan, kondisi permukiman warga di sejumlah titik tersebut masih terpantau aman. Namun di Desa Demangan RT 1 RW 3, derasnya aliran sungai mengakibatkan jalan di pinggir Sungai Gelis tergerus dan berlubang sepanjang kurang lebih 10 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter.

Kasat Samapta Polres Kudus, AKP Noor Alifi, mengatakan pihak kepolisian terus melakukan monitoring intensif di lokasi-lokasi rawan banjir serta menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan.

“Kami melakukan pemantauan secara intensif dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak lanjutan apabila debit Sungai Gelis kembali meningkat,” ujarnya.

Hingga Jumat malam, kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Kota Kudus masih mendung dan berpotensi hujan. Polisi mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada serta segera melapor kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.