Kudus, isknews.com – Aktivitas warga dan arus transportasi di Kabupaten Kudus terganggu setelah hujan deras memicu banjir dan meluapnya sungai di sejumlah wilayah, Jumat malam (9/1/2026). Jalur Pantura Kudus–Pati yang menjadi akses vital antarwilayah bahkan sempat lumpuh akibat genangan air.
Hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 17.30 hingga sekitar 20.00 WIB. Curah hujan tersebut menyebabkan air sungai meluber ke permukiman warga dan badan jalan, terutama di wilayah utara Kudus.
Salah satu titik terdampak cukup parah berada di Desa Ngembalrejo. Selain merendam rumah warga, luapan air juga menggenangi Jalan Pantura sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Kondisi tersebut menyebabkan Jalan Pantura mengalami kemacetan panjang dengan antrean kendaraan mengular dari dua arah.
“Air cukup tinggi dan arusnya deras, kendaraan tidak bisa lewat. Untuk sementara pengendara kami arahkan menggunakan jalur alternatif,” ujar petugas yang melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi.
Lumpuhnya Jalur Pantura Kudus–Pati berdampak langsung pada arus kendaraan dari arah Kudus maupun Pati. Aparat kepolisian bersama instansi terkait langsung bersiaga dengan melakukan pengalihan arus serta memberikan imbauan kepada pengendara agar tidak memaksakan melintas di jalur tergenang.
Tak hanya merendam jalan raya, derasnya aliran air juga membawa tumpukan sampah yang menyangkut di aliran sungai sekitar jembatan wilayah Ngembalrejo. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperparah banjir serta membahayakan konstruksi jembatan jika tidak segera ditangani.
Petugas bersama warga setempat bergerak cepat membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai. Upaya itu dilakukan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko kerusakan infrastruktur akibat tekanan debit air yang meningkat.
Salah seorang warga Ngembalrejo, Devy, mengatakan hujan deras mulai turun sejak selepas Maghrib. Pemerintah desa, kata dia, sempat mengeluarkan peringatan siaga sebelum air masuk ke permukiman warga.
“Hujannya mulai habis Maghrib sampai sekitar jam delapan malam. Sempat ada imbauan siaga satu dari desa, lalu air masuk ke rumah dengan arus cukup deras,” ujarnya.
Ketinggian air di permukiman warga diperkirakan mencapai sekitar 40 sentimeter. Sejumlah warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga dan memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Hingga Jumat malam, genangan air masih terlihat di beberapa titik. Petugas bersama warga terus berjaga, membersihkan sisa sampah, serta memantau perkembangan debit air sungai untuk mengantisipasi banjir susulan.
Kasatlantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean menyampaikan, berdasarkan pemantauan terkini pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, kondisi lalu lintas di Jalan Pantura Timur Kudus–Pati telah kembali normal setelah sebelumnya terhambat luapan air sungai.
“Luapan air disebabkan oleh penumpukan sampah di jembatan wilayah Norowal. Saat ini sampah-sampah yang menyumbat aliran sungai sudah dibersihkan oleh dinas terkait, sehingga arus lalu lintas kembali normal,” jelas AKP Royke.
Meski arus lalu lintas kembali lancar, AKP Royke mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap berhati-hati karena kondisi cuaca masih gerimis. Pengendara diminta menaati peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
“Kami mengimbau pengguna jalan agar selalu waspada, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan daripada kecepatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Jekulo AKP Danail Arifin mengungkapkan, di Jalur Pantura wilayah Desa Jekulo masih terjadi luapan Sungai Piji yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Ketinggian air sekitar 30 hingga 40 sentimeter dengan arus cukup deras. Kendaraan roda empat masih bisa melintas, namun banyak sepeda motor yang mogok akibat genangan air,” ujarnya.
Selain menggenangi jalan raya, derasnya arus air juga membawa tumpukan sampah yang menyangkut di aliran sungai sekitar jembatan. Kondisi tersebut berpotensi memperparah banjir dan mengancam konstruksi jembatan apabila tidak segera ditangani.
Petugas bersama warga setempat terus melakukan pembersihan sampah di aliran sungai serta berjaga di sejumlah titik rawan banjir guna mengantisipasi luapan susulan.
Hingga Sabtu dini hari, genangan air masih terlihat di beberapa lokasi. Aparat kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat terus bersiaga sambil memantau debit air sungai serta kondisi cuaca di wilayah Kudus. (YM/YM)






