Perbaikan Tanggul Darurat Golantepus Berjalan, Pemkab Kudus Siapkan Koordinasi Lanjutan

oleh -453 Dilihat

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau langsung pelaksanaan perbaikan tanggul darurat yang dilakukan secara gotong royong oleh warga Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Kamis (18/1/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan tanggul jebol berjalan optimal di tengah cuaca ekstrem yang masih terjadi dalam dua pekan terakhir.

Sejak dua pekan terakhir, sembilan titik tanggul di Desa Golantepus dilaporkan jebol akibat tingginya debit air sungai. Seluruh titik tersebut saat ini telah ditangani secara darurat oleh warga bersama relawan dengan dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Hari ini kita tengok sekaligus memberikan semangat kepada warga dan para relawan. Di Desa Golantepus ini ada sekitar sembilan titik tanggul yang jebol sejak dua pekan terakhir, dan alhamdulillah sekitar tujuh titik sudah tertangani secara darurat,” ujar Sam’ani di sela peninjauan.

Menurut Sam’ani, Desa Golantepus memang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena dikepung oleh empat aliran sungai, yakni Sungai Dawe, Sungai Piji, Sungai Mrisen, dan Sungai Poceho. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan air terhadap tanggul meningkat signifikan saat hujan berintensitas tinggi.

“Karena cuaca masih hujan, saya minta BPBD, Dinas Sosial, dan OPD terkait tetap siaga. Kalau ada kekurangan atau keluhan di lapangan, segera disampaikan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Bupati Sam’ani menegaskan, setelah penanganan darurat rampung, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk normalisasi sungai serta pembangunan tanggul permanen.

“Sifatnya sekarang masih darurat karena sungai ini kewenangannya provinsi dan pusat. Nanti akan kita koordinasikan untuk penanganan permanen. Yang paling penting saat ini masyarakat aman,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Golantepus Nuur Taufiq menjelaskan bahwa seluruh titik tanggul yang jebol telah ditangani sementara dengan tanggul darurat yang belum bersifat permanen.

“Jebolnya ada kurang lebih sembilan titik. Tapi alhamdulillah semuanya sudah tertangani sementara dengan tanggul darurat. Rencananya akan ditindaklanjuti lagi kalau cuaca sudah tidak ekstrem,” jelas Nuur Taufiq.

Ia menyebut penanganan tanggul jebol mendapat dukungan langsung dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang turun ke lapangan bersama berbagai pihak.

“Dari Balai Besar langsung bergerak ke lokasi. Tim BBWS terus mendampingi di lapangan karena ini kondisi darurat. PUPR, kecamatan, relawan, dan warga semuanya terlibat,” ungkapnya.

Noor Taufik juga memaparkan kronologi kejadian jebolnya tanggul yang terjadi secara mendadak pada pagi hari hari ini.

“Tadi pagi sekitar pukul 10.30 WIB, kondisinya tidak bisa diprediksi. Di satu sisi sudah ditanggul, tapi sisi lain tekanannya sangat besar karena intensitas hujan memang luar biasa,” katanya.

Ia menambahkan, jika tanggul tidak jebol, air berpotensi meluap ke permukiman warga. Namun dari kejadian tersebut, ia berharap ada tindak lanjut berupa pembangunan permanen.

“Kalau tidak jebol, pasti luber. Mudah-mudahan ada hikmahnya, ke depan bisa ada pembangunan berkelanjutan secara permanen. Harapan kami pembangunannya betonisasi seperti yang diarahkan Pak Bupati,” imbuhnya.

Untuk dampak sementara, Noor Taufik menyebut ratusan kepala keluarga terdampak genangan, terutama di Dusun Gulang, Dusun 1, dan Dusun 2 Desa Golantepus, serta beberapa akses jalan yang sempat terganggu akibat tingginya air.

“Perkiraan sekitar 200 sampai 500 kepala keluarga terdampak. Beberapa akses jalan sempat tidak bisa dilalui karena tinggi air,” jelasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.