Hujan Ekstrem Landa Kudus, Jembatan Akses Wisata Colo Longsor Seret Dua Kendaraan

oleh -774 Dilihat
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat meninjau lokasi bencana longsor di barat portal kawasan wisata Colo yang sempat seret dua buah mobil (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Hujan dengan curah dan intensitas tinggi yang melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya pada Jumat (9/1/2026) berdampak pada sejumlah kejadian bencana alam. Salah satunya adalah longsornya jembatan di jalur wisata Colo, tepatnya di sebelah barat Portal Wisata Makam Sunan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua kendaraan terseret material longsoran. Meski demikian, aparat kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kapolsek Dawe AKP Budianto menjelaskan, longsor dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Dawe sejak pagi hari. Kondisi cuaca buruk itu diperparah dengan angin kencang yang menyebabkan struktur tanah di sekitar tebing jalan menjadi labil.

“Hujan deras yang berlangsung cukup lama membuat tanah di sekitar jembatan tergerus air dan kehilangan daya ikat. Akibatnya, jembatan tidak mampu menahan beban dan akhirnya ambruk,” jelas AKP Budianto di lokasi kejadian.

Saat longsor terjadi, dua kendaraan diketahui tengah berada di atas jembatan, yakni sebuah mobil Suzuki Ertiga dan satu unit truk tangki Isuzu Elf. Kedua kendaraan tersebut ikut terseret bersama runtuhan jembatan dan material tanah.

Beruntung, para pengemudi kendaraan hanya mengalami luka ringan. Mereka berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan yang segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian.

Pasca kejadian, jajaran Polsek Dawe bersama Satlantas Polres Kudus dan unsur terkait langsung melakukan pengamanan di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati area longsor guna mengantisipasi potensi longsor susulan.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo turut meninjau langsung lokasi longsor. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur sekaligus mempercepat koordinasi lintas instansi, mengingat jalur tersebut merupakan akses menuju kawasan wisata religi Makam Sunan Muria.

“Kami memastikan pengamanan lokasi berjalan maksimal. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan dampak longsor dapat berlangsung cepat dan tepat,” ujar AKBP Heru.

Hingga Jumat malam, kondisi di sekitar lokasi longsor masih dalam pemantauan petugas. Akses jalan di sekitar jembatan dibatasi demi keselamatan pengguna jalan serta untuk menghindari risiko terjadinya longsor lanjutan. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.