Ikan Hias Kudus Potensi Yang Menjanjikan

oleh -1,304 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Potensi perikanan di kabupaten Kudus ternyata tidak hanya dari komoditi ikan konsumsi, namun ikan hias juga sangat luar biasa. Bahkan pangsa pasar baru tercukupi 20 persen sehingga masih sangat longgar untuk pembudidaya baru.

Ikan Hias di Kudus ini adalah potensi yang menjanjikan, sudah saatnya para pembudidaya ikan hias di kota kretek ini bersatu sehingga bisa lebih memaksimalkan pembinaan. Sebab sekarang terdapat tiga komunitas yakni Ulam Lestari, Kohaku dan Guppy.

“ Kalau tiga kekuatan ini bersatu, saya yakin kekuatanya sangat luar biasa ,” ujar Catur Sulistiyanto Kepala dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kudus saat membuka pertemuan antar para pembudidaya ikan hias di Bae Kudus saat itu

“ Ini ada penjual ikan cupang bisa naik haji namanya pak Aris Dermawan. Itu menunjukkan potensi secara ekonomi sangat baik ,” imbuhnya.

Sebagai wujud kepeduliannya, para komunitas pembudidaya ikan hias ini dipersilahkan untuk menggelar pameran di halaman kantor Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Kudus di kompleks Perkantoran Mejobo.

“ Nanti pameran kecil-kecilan dulu bisa sebagai tes pasar untuk mengenalkan pada warga Kudus. Sebab secara kualitas ikan hias produk dari Kudus lebih bagus dibandingkan dengan produk dari Tulungagung, Kediri dan Blitar. Padahal selama ini kota-kota tersebut sebagai penghasil ikan hias ,” tuturnya.

Selain itu fakta menunjukkan, ikan hias yang dipasarkan oleh Aris Dermawan ke Thailand, Singapura dan Malaysia selalu menjadi juara ketiga mengikuti lomba. Sehingga apabila bersatu tentu akan menjadi lebih baik.

Tono, ketua Ulam Lestari, berharap mendapatkan arahan dari Dinas terkait pembentukan badan hukum sebagai sarana untuk lembaga persatuan ikan hias di Kudus.

“ Dengan ada fasilitasi dari Dinas, tentu akan lebih mudah dan cepat pembentukan forum ikan hias ini. Sebab beberapa waktu lalu saat kita ke notaris katanya tidak ada Badan Hukum untuk budidaya ikan hias ini. Kami berharap nanti diberikan contoh Badan Hukum yang sudah ada ,” ucap Tono.

Menanggapi hal ini, Fajar Nugroho, akan segera menindaklanjuti untuk melakukan pertemuan selanjutnya sehingga terbentuk satu komunitas. Terkait badan hukum nanti Dinas akan mengarahkan ke notaris untuk pembentukan dan biaya terjangkau. Selain itu, untuk para keluarga dari pembudidaya ikan hias yang ingin belajar lebihlanjut, akan dikenalkan dengan pengusaha di Purbalingga.

“ Bapak Bupati Musthofa sudah melakukan kerjasama dengan Pemkab Purbalingga. Nah, nanti kalau ada keluarga atau anggota kelompok ingin belajar baik untuk peningkatan ikan hias maupun ikan konsumsi jenis gurami. Gratis seminggu di Purbalingga ,” tambah Fajar. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :