Inflasi September 2017 di Kudus Naik Jadi 0,1 Persen

oleh -1,281 kali dibaca
oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Perkembangan harga sejumlah komoditas di Kudus selama September 2017 menyebabkan inflasi sebesar 0,1 persen dengan indeks harga konsumen 135,51. Catatan ini jauh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,16 persen dengan IHK 135,38.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Sapto Harjuli Wahyu melalui Kasi Statistik Distribusi Wiwik Yuniarti saat merilis laju inflasi Kota Kudus di Kantor BPS Kudus, Selasa (03/10/2017). Wiwik menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh menurunnya indeks beberapa pengeluaran.

Di antaranya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,06 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,58 persen. Kelompok sandang 0,35 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,31 persen, serta kelompok transport, rekreasi, dan jasa sebesar 0,06 persen.

“Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 0,36 persen,” jelasnya.

Wiwik menambahkan, ada beberapa kelompok yang menjadi pemicu utama terjadinya inflasi 0,1 persen bulan ini. Yakni beras, besi beton, batu bata, tomat sayur dan salak yang memberikan sumbangan terbesar inflasi September 2017 di Kota Kretek.

“Laju inflasi di Kudus dalam kurun waktu 2017 masih dalam tahap yang baik. Dari enam kota SBH di Jateng Kudus selalu berada di tengah. Untuk bulan ini Kudus mengalami inflasi terendah di Jateng, sedangkan tertinggi terjadi di Kota Semarang,” imbuhnya.

Inflasi tertinggi di Kudus terjadi pada Januari 2017 sebesar 1,36 persen dengan IHK 132,98. Inflasi kala itu juga lebih tinggi dari Provinsi Jateng dan Nasional. Di Jateng mengalami inflasi sebesar 1,16 persen dengan IHK 126,16. Sementara untuk Nasional terjadi inflasi sebesar 0,97 persen dengan IHK 127,94.

Penyebab utama terjadinya inflasi tertinggi di Kudus paling menonjol dan memberikan sumbangan terbesar adalah biaya perpanjangan STNK, yang mengalami kenaikan di awal tahun. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.