Jadi Pilot Project di Jateng, SMKN 1 Kudus Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

oleh -121 kali dibaca

Kudus, isknews.com – SMKN 1 Kudus menjadi pilot project pembelajaran tatap muka untuk pertama kali usai pembelajaran sistem daring yang berlagsung lama di masa pendemi. Sekolah vokasi kejuruan di wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah ini melakukan simulasi uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tersebut dimulai hari ini, Senin (02/11/2020).

Simulasi belajar tatap muka di sekolah ini digelar mulai tanggal 2 Р13 November 2020. Setelah itu, kegiatan simulasi akan dievaluasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk menentukan kelayakannya.

Dari pantauan media ini, sebelumnya seluruh siswa yang masuk sekolah diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari memakai masker, sesampainya di depan pintu gerbang ada petugas yang mengecek suhu masing-masing siswa.

Suasaa simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SMKN 1 Kudus (foto: YM)

Setelah itu siswa mencuci tangan ditempat yang sudah disediakan. Dan saat bertemu guru pun siswa tidak berjabat tangan hanya dengan menundukkan kepala. Saat dikelas juga memakai face shield, duduknya pun berjarak.

Waka Kesiswaan SMKN 1 Kudus, Abu Sari mengatakan uji coba pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan pada bulan November dan setelah itu akan di evaluasi untuk menentukan kelanjutaannya.

“Tiap dua pekan itu dievaluasi pertama ini sampai tanggal 13 November. Kalau dinilai layak PTM sepenuhnya, akan dilanjutkan PTM ini. Tapi kami tetap menunggu SK. Namun untuk ulangan akhir semester (UAS) di akhir November kami tetap melakukannya secara daring,” paparnya.

Untuk teknisnya, pihaknya memberlakukan sistem dua sift setiap harinya. Satu harinya enam kelompok belajar. Sif pertama mulai jam 07.00 WIB hingga 09.00 WIB, untuk sif kedua mulai jam 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.

“Jadi enam kelompok belajar itu separuh pagi, separuh siang, begitu seterusnya secara bergiliran. Diawal ini, mulai dari kelas XII. Tiap kelasnya di isi hanya separuh siswa yakni 18 siswa,” ujarnya.

Menurutnya, izin dari dinas dan orang tua siswa sudah ada sejak sepekan lalu. “Alhamdulillah kami mendapat izin dari Plt Bupati Kudus untuk menggelar simulasi ini,” ujar Abu.

Sementara Waka Sarpras SMKN 1 Kudus Ulya menyatakan pihaknya sudah menyiapkan semua sarana prasarana protokol kesehatan dan membersihkan ruangan kelas dengan disinfektan setiap harinya setelah pembelajaran.

“Wastafel kami siapkan 68 buah di tiap depan kelas, lengkap dengan sabun, dan tisu. Ada juga handsanitizer di samping pintu kelas setiap lorong. Termogun, face shield, kanebo juga sudah kami persiapkan,” ungkapnya.

Pengaturan duduknya pun menurutnya tetap menjaga jarak dan dibuat zig-zag. “Kita sudah mempersiapkan sarana prasarana protokol kesehatan tersebut sejak lama, untuk mempersiapkan jika memang PTM sudah dimulai,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.