Janur Ketupat Mulai Diburu Warga Kudus

oleh -1,120 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Lebaran Ketupat atau Bodo Kupat begitu warga Kudus menyebutnya. Berbeda dengan daerah lainnya yang membuat ketupat saat hari H lebaran, di Kudus dan sekitarnya mempunyai tradisi sendiri membuat ketupat pada H+7 lebaran. Daerah lain ada juga yang menyebut istilah Bodo Kupat dengan Bodo Kecil.

received_120300000032075477

Satu hal yang tak mugkin dipisahkan dari ketupat yaitu janur. Biasanya menjelang bodo kupat penjualan janur meningkat drastis, bahkan pedagang dadakan pun banyak bermunculan saking larisnya penjualan janur. Seperti yang terlihat di Pasar Brayung pagi ini, janur sebanyak satu truk diturunkan. Tak sampai setengah jam ludes dikulak pedagang.

Salah seorang pedagang janur Andry Santiko mengatakan, setiap lebaran tiba dia bersama neneknya “mremo” janur di Pasar Brayung. Sedangkan bahan baku janur, katanya, didapatkannya dari tengkulak yang datang ke Pasar Brayung.

Andry menambahkan, untuk saat ini janur putih dijual per ikatnya (10 lembar) Rp 4 ribu. Sedangkan janur hijau Rp 3 ribu per ikat. “Itu untuk harga sekarang, tapi biasanya menjelang bodo kupat atau H+5 sudah mulai dijual Rp 5 ribu per ikat. Setahun sekali mremo dan warga tidak ada yang keberatan. Semoga saja penjualan tahun ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya,” ujar pria asal Hadiwarno tersebut. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.