Kades Ketanggan Tanggapi Seruan Bupati Soal Takbir Keliling

oleh -94 Dilihat
Kades Ketanggan Tanggapi Seruan Bupati Soal Takbir Keliling
Foto: Warga Dukuh Punjul Desa Ketanggan Kecamatan Gembong sibuk mempersiapkan untuk takbis keliling. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Seruan Bupati Pati Haryanto terkait pelaksanaan takbir keliling di tiap desa menuai reaksi positif sejumlah kepala desa, salah satunya Kepala Desa Ketanggan Kecamatan Gembong, Teguh. Ia menilai, seruan tersebut sangat tepat untuk menjaga kondusifitas di tiap desa pada saat pelaksanaan takbir dan pasca kegiatan.

Dia menambahkan, akan lebih baik jika seruan tersebut secepatnya dituangkan dalam bentuk surat, sehingga bisa menjadi acuan para kepala desa atau penyelenggara takbir keliling.

“Himbauan Pak Bupati itu menurut saya sangat tepat. Sehingga dalam pelaksanaan takbir keliling di tiap desa nanti tidak terjadi perkelahian. Tapi saya ya berharap secepatnya ada surat dari kabupaten terkait himbauan itu, sehingga kami, kepala desa maupun panitia bisa mempunyai pegangan,” terangnya saat ditemui, Sabtu (9-06-2018) malam.

Desa Ketanggan sendiri, menurut Teguh, sudah mempersiapkan untuk pelaksanaan takbir keliling mulai seminggu lalu. Rencananya peserta dari tiap pedukuhan dan mushola serta masjid.

Kades Ketanggan Tanggapi Seruan Bupati Soal Takbir Keliling
Foto: Warga Dukuh Punjul Desa Ketanggan Kecamatan Gembong sibuk mempersiapkan untuk takbis keliling. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

“Tempat kami yang sudah melakukan persiapan ada 14 mushola dan dua masjid, itu belum perwakilan dari tiap dukuh. Kemungkinan akan ditambah dari kelompok pemuda dan ibu-ibu. Kira-kira ada sekitar 25-an seni instalasi dan replika yang akan ditampilkan dalam takbir keliling nanti,” jelas Teguh.

Takbir keliling di Desa Ketanggan sendiri sempat vakum beberapa tahun, namun, lanjut Teguh, pada masa kepemimpinannya kembali dihidupkan.

“Takbir keliling ini sempat vakum lama, tapi saya hidupkan lagi setelah saya jadi kades dan ini merupakan tahun kelima dilaksanakan pasca vakum,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan rutin malam menjelang lebaran itu hanya bertujuan untuk memeriahkan, bukan merupakan sebuah lomba kreatifitas seperti di desa lain. Sehingga, menurutnya, warga merasa ikut memiliki dan dengan serta merta ikut menjaga kelancaran kegiatan tersebut.

“Kami berusaha untuk tidak melewati atau masuk wilayah desa lain dalam takbiran nanti. Yang penting bagi kami yaitu adanya panitia yang bertanggung jawab sehingga bisa menjaga kondusifitas keamanan,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Bupati Pati Haryanto menyerukan agar pelaksanaan takbir kelilin di tiap desa tidak melewati batas desa lain. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi perkelahian atau tawuran antar rombongan. (IN/WH)

No More Posts Available.

No more pages to load.