Kali Gandongan Meluap, Ratusan Rumah Di Temulus Terendam Air

oleh -571 Dilihat
Warga yang sedang berdiri di depan rumahnya yang terendam (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Tingginya curah hujan di kota kretek sepekan  ini membuat kanal-kanal yang menghubungkan sungai Piji meluap dan merendam ratusan rumah di Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kudus.

Kali Gandongan yang merupakan anak sungai Piji, meluap pada Sabtu (26/01/2019) dini hari dan menyebabkan sebagaian wilayah Desa Temulus kebanjiran serta merendam ratusan rumah tempat tinggal.

Menurut Kades Temuluss, Purwati melalui Kepala seksi pelayanan Noor Winoto, mengatakan kondisi terparah ada di Dukuh Gandongan yang tak jauh dari jembatan Asmah.

Warga yang sedang berdiri dihadapan rumahnya yang terendam (Foto YM)

“ Banjir tersebut merendam 4 RW yakni RW 1, 2, 3 dan 4 dengan ketinggian yang bervariasi yakni antara 20 – 70 centimeter dengan kondisi terparah terjadi di RW 2 dan 3. Utamanya kawasan yang dekat dengan Kali Gadongan. Seperti RT 5 RW 2, RT 1, 2 dan 3 RW 3 yang ketinggiannya sekitar 70 centimeter,” tutur Noor Winoto.

Dari angka hasil pendataan pemerintah desa Temulus, jumlah total Kepala Keluarga (KK) yang terdampak akibat luapan kali Gandongana ini adalah sebanyak 916 KK,

“Namun jumlah rumah yang terendam air hingga masuk ke dalam rumah diperkirakan sekitar 180 rumah,” tambah Winoto.

Dia, mengatakan sampai saat ini, belum ada warganya yang mengungsi. Pasalnya mereka meyakini, jika musibah banjir bersumber dari arah utara maka tak akan berlangsung lama.

Anak-anak yang sedang berenang di halaman rumahnya yang sudah terndam hingga masuk ke dalam rumah (Foto: YM)

“Dari utara itu maksudnya air yang melimpas akibat jebolnya anak-anak sungai Piji, bias dari Golan Tepus, Hadiwarno, atau Kesambii, itu biasanya tidak berlangsung lama. Kecuali bila air itu berasal karena jebolnya tanggul di sebelah selatan, dari arah kali Babalan Undaan, maka penduduk pasti akan langsung mengungsi, karena naiknya air cepat dan akan berlangsung lama,” terang dia.

Dia tidak menampik, bajir yang melanda desanya menyebabkan mandeknya sejumlah aktivitas. Seperti kegiatan belajar mengajar dan sejumlah wirausaha yang digeluti warga Temulus.

“Kalau kerja di Pabrik masih bisa berangkat. Kalau seperti saya yang wirausaha jenang, terpaksa harus mandek sampai air surut,” ujar dia.

Noor Winoto mengatakan bahwa Kantor Balai Desa Temulus dan Kantor Kecamatan Mejobo, telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian warga terdampak banjir.

“Saat ini masih bertahan, nanti kalau air sudah melebihi 1 meter baru pada mengungsi. Semoga cepat surut, agar kami bisa beraktivitas seperti biasanya lagi,” pungkas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.