Kampanye “Stop Bullying” Pada Anak, Warnai Peringatan Hari Anak Nasional

oleh -1,444 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Budaya kekerasan dan bullying saat ini semakin memprihatinkan, terutama jika dialami pelajar di lingkungan sekolah dan kampus. Bullying itu sangat membahayakan apalagi jika terjadi pada anak usia dini.

Hal itulah yang melatarbelakangi kegiatan kampanye Stop Bullying oleh Mahasiswa Psikologi UMK baru-baru ini pada event Car Free Day di Simpang Tujuh Kudus, Minggu (23/7/2017) pagi.

Iranita Hervi Mahardayani salah seorang panitia kepada isknews.com mengatakan, Kampanye “stop bullying” ini penting karena efek dari bullying berdampak pada psikologis anak. Bahkan ada anak yang memendam dendam karena di-bully dan dapat berakhir dengan kekerasan sebagai bentuk pembalasan.

Dirinya mengatakan, Bertepatan dengan hari anak nasional yang jatuh pada hari ini, kami bersama mahasiswa UMK mengadakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak, dengan cara mengajak mereka bermain,setelah sepekan atau 6 hari beraktifitas di kegiatan belajar mengajar (KBM) masing-masing.

Seperti halnya permainan yang sifatnya fisik bukan permainan digital yang ada di gagdet. Seperti halnya lomba meniup balon, disuruh menyanyi, mengucapkan huruf abjad didepan pengunjung car free day, dan lainnya. Hal itu dilakukan supaya tertanam rasa percaya diri sejak dini.

“Bagi anak yang berani tampil, kami menyediakan hadiah berupa Buku, Permen Dan bagi-bagi 50 Balon,” imbuh dosen psikologi itu.

Lebih lanjut, di dalam kampanye ini, mahasiswa psikologi Universitas Muria Kudus juga memaparkan makna dan ragam bullying serta efeknya. Setelah itu, ada sesi tanya jawab dalam konsultasi. “Pemahaman itu ditanamkan dengan cara sederhana dan fun agar bisa diterima anak-anak,” tuturnya.

Sadar akan Bullying, kampanye ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih jika Bullying itu sangat membahayakan. Kami berharap tidak ada lagi aksi bullying di sekolah atau kampus.

“Budaya kekerasan dan bullying saat ini semakin memprihatinkan, apalagi di medsos. Ini yang harus distop sejak dini. Tujuan kami membentuk generasi muda yang mampu mengolah rasa dan cinta damai, Alhamdulillah kampanye ini mendapat respon positif pengunjung Car Free Day.” pungkasnya. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.