Kudus, isknews.com – Pelaksanaan tes seleksi perangkat desa (perades) di Kudus secara umum berjalan dengan baik, lancar dan aman. Sebanyak 90 desa di Kudus yang menggelar seleksi diikuti sebanyak 4.929 peserta yang memperebutkan 252 formasi. Mereka diseleksi dengan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) dan Lembar Jawaban Komputer (LJK).
Sementara untuk menjaga obyektifitas sejumlah perguruan tinggi digandeng sebagai penyelenggara seleksi yakni Politeknik Negeri Semarang, Universitas Stikubank, Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan Universitas Padjajaran Bandung.
Dari pantauan media ini di SMA 1 Kudus pelaksanaan seleksi berjalan dengan tertib dan lancar. Sejumlah aparat keamanan berjaga di sekolah-sekolah tempat berlangsungnya seleksi. Para peserta datang tepat waktu dan penyelenggara tes dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto juga sudah siap baik secara teknis maupun sistem.
Meskipun sebelum dimulai Computer Assisted Test (CAT) sesi pertama sempat mengalami listrik padam, namun hal tersebut bisa diatasi walaupun pelaksanaan harus mundur 20 menit dari jadwal seharusnya.
“Tadi pagi sempat listrik padam sekitar pukul 08.30 lebih, tapi ternyata padam se-Kudus. Meskipun sudah kita persiapkan genset, tapi ternyata beberapa menit kemudian sudah nyala lagi,” terang Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSOED Purwokerto, Rifda Naufalin, Selasa (14/02/2023).
Pihaknya mengungkapkan bahwa ada tiga orang ibu hamil yang mengikuti pelaksanaan tes perades di SMA 1 Kudus. Pihaknya pun menyediakan ruangan khusus untuk peserta tes ibu hamil tersebut, namun dua di antaranya memilih bergabung dengan peserta lainnya.
“Karena ruangan tes nya kan ada di lantai 2, jadi kita fasilitasi untuk ibu hamil dan disabilitas di ruang khusus lantai 1. Tapi, hanya satu peserta ibu hamil yang di ruang khusus, yang dua lainnya memilih di lantai 2 bareng temennya yang lain. Kalau peserta disabilitas, di sini tidak ada,” terangnya.
Rifda juga menyampaikan, ada 522 peserta yang ikut tes perades di SMA 1 Kudus. Jumlah peserta tersebut dari 10 desa di Kabupaten Kudus dan terbagi ke dalam 6 sesi dan 3 ruang dalam pelaksanaan tesnya. Masing-masing ruang terdiri dari 33-34 peserta tes.
“Sejauh ini aman, tidak ada kendala yang berarti. Peserta datang tepat waktu dan tertib,” tandasnya.
Lebih lanjut, Rifda menyebut, ada 50 soal pada tes CAT perades kali ini yang bisa diakses di laman eLDirU besutan Unsoed sendiri. termasuk soal pengetahuan umum, formasi, maupun psikotes.
“eLDirU memang punya Unsoed, kami mengajar mahasiswa juga pakai sistem ini jadi nanti materi kuliah serta nilai ada disitu. Sehingga, itu kita pakai untuk ujian untuk seleksi perangkat desa ini juga,” terangnya.
Waktu untuk pengerjaannya sendiri diberikan durasi 30 menit, terhitung dari saat peserta tersebut log ini ke dalam sistem. Hasil dari tes tesebut pun bisa langsung diketahui setelah rampung mengerjakan soal yang ada di dalamnya.
Sementara itu terlihat penjagaan lokasi-lokasi pelaksanaan seleksi berlangsung dijaga ketat oleh personel kepolisian. Setidaknya ada empat titik lokasi tes yang diamankan. Empat titik yang diamankan yakni di SMPN 1 Kudus, SMPN 3 Kudus, SMPN 5 Kudus, dan SMAN 1 Kudus dan IAIN Kudus.
Kapolsek Kota AKP Luk Har Syan’in mengatakan, sejauh ini proses seleksi berjalan aman. Tidak ada gesekan yang terjadi di beberapa lokasi. Pihaknya menerjunkan setidaknya sepuluh personel per titik. Terdiri dari personel Polres Kudus dan Polsek Kota.
”Tugas kami mengamankan di luar dan di dalam area tes. Supaya tidak ada gesekan antara peserta dengan panitia penyelenggara,” katanya. (YM/YM)










