Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Blora AKP Febriyani Aer, S.I.K menghentikan para ibu pengendara sepeda motor yang mengantarkan anaknya ke sekolah tidak mengenakan helm. Kegiatan itu dilakukan di wilayah Desa Tambaksari Kecamatan Blora saat memantau anggota sat lantas menjalanakan tugas mengatur lalu lintas pagi. Dengan teguran yang ramah dan humanis AKP Febriyani menghentikan ibu-ibu yang memboncengkan anaknya berangkat ke sekolah tetapi anaknya tidak mengenakan helm.

Saat ditanya, alasan yang disampaikan karena jarak sekolah dekat atau terburu-buru sehingga lupa mengenakan helm. ‘’Saya memang menghentikan kendaraan ibu-ibu yang memboncengkan anaknya tidak memakai helm saat di antar ke sekolah. Itu kami lakukan ketika memantau arus lalu lintas pagi di jalan Medang-Blora,” kata AKP Febriyani.
Tidak gengsi, pada kesempatan itu, perwira lulusan Akademi Kepolisian (AKPOL) ini meminjam sepeda warga setempat dan memboncengkan anak SD berangkat ke sekolah di SD Tambaksari. “Tidak ada rasa malu atau gengsi pada diri saya, melakukan teguran serta memberi contoh yang baik dimata masyarakat dengan tertib lalu lintas itu merupaka visi-misi saya sebagai Kasat Lantas Polres Blora,” ujarnya sambil tersenyum.
Dirinya prihatin, melihat banyak anak yang membonceng sepeda motor tanpa mengenakan helm saat berangkat sekolah. Hal itu sangat beresiko karena arus lalu litas di pagi hari sangat ramai dan padat. Apalagi anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa sangat sayang apabila menjadi korban kecelakaan.
“Kecelakaan itu kan tidak mengenal jarak, tidak melihat ruang dan waktu. Duduk didepan rumah saja bisa terkena kecelakaan. Kerasnya aspal tidak mengenal jauh dekat, usia tua atau muda,” katanya.
Menurutnya, Sat Lantas Polres Blora akan membuat program “Safety of Children, Safety of Us” (Keselamatan anak, Keselamatan Kita). Melalui program itu pihaknya optimistis para orangtua dan anak-anak akan sadar tentang keselamatan berlalu lintas.
Ia hanya mengingatkan, anak-anak adalah aset bangsa sehingga harus dijaga keselamatannya, termasuk di jalan raya. “Kalau memang sekarang diingatkan, terus besok lewat lagi masih tidak menggunakan helm. Saya rasa kita orang Indonesia, masih ada budaya malu. Kalau sudah lebih dari dua atau tiga kali, saya rasa pada akhirnya akan timbul kesadaran dari orang tua ataupun anak tersebut,” tegasnya.
Program itu, menurutnya, tidak hanya akan berhenti bagi anak-anak sekolah, namun juga akan dilakukan di seluruh masyarakat Kabupaten Blora. (**)









