Kasus OTT PDAM Kudus Kini Diambil Alih Penyidik Kejati Jawa Tengah

oleh

Kudus, isknews.com – Keterbatasan penyidik di pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus, kini kasus yang dikenal dengan OTT PDAM diambil alih oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PDAM Kudus Ayatullah Humaini. Menurutnya sejumlah anak buahnya kini diperiksa di semarang oleh pihak Kajati.

Humaini yang juga sempat diperiksa sebagai saksi ini mengaku tidak tahu menahu mengapa kasus yang telah menetapkan satu anak buahnya berinisial T ini menjadi tersangka, kini ditangani oleh lembaga yang lebih tinggi.

“Sejumlah anak buah saya sudah mulai diperiksa di Semarang sebagai saksi, hari ini tadi ada 10 anak buah saya yang sedang diperiksa di sana,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (29/06/2020).

Sementara itu dihubungi terpisah Kepala Kejaksaan negeri Kudus, Rustiningsih, membenarkan tentang hal tersebut, menurutnya Menurut Pengambilalihan ini terpaksa dilakukan karena ada tahanan dari Kejari Kudus yang positif Covid-19.

“Karena ada tahanan kami yang terkonfirmasi positif Covid-19, jadi untuk pengembangan kasus termasuk yang melibatkan tersangka baru, semua dilakukan Kejati,” kata Kepala Kejari Kudus, ujarnya kepada sejumlah awak media, Senin (29/06/2020).

Rustiningsih SH, Kepala Kejaksaan negeri Kudus (Foto: YM)

Menurutnya, transisi ini bukan karena ada tekanan politik apapun serta membantah rumor adanya intervensi dalam penanganan kasus ini.

 “Jadi, lebih karena keterbatasan personel saja. Biar pribadi kami di Kudus istirahat dulu, “tandasnya.

Lebih lanjut, Rustriningsih menambahkan pengadaanalihan hanya sebatas pada pengembangan kasus. Sementara itu, untuk penanganan tersangka T yang sudah ditentukan sejak awal, masih tetap diatur tim penyidik ​​Kejari Kudus.

Menurutnya untuk penyidikan tersangka T saat ini sudah sampai pada saat menyiapkan berkas serta pelengkapan alat bukti. Diharapkan, dalam waktu dekat berkas dakwaan tersangka T juga bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan.

“Untuk tersangka T, masa penahanan 20 hari pertamasudah selesai, dan sekarang sudah kita perpanjang lagi,” tukasnya.

Sementara itu, soal disorot penggeledahan dan penyitaan file di koperasi milik O, Kajari menyatakan jika hal ini hanya untuk melengkapi kebutuhan yang diminta.

“Tidak ada penahanan terhadap O,” kata dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :