Kasus Perundungan di Kudus Meluas, Guru Ikut Jadi Korban

oleh -357 Dilihat
Foto: Generated By AI

Kudus, isknews.com — Kasus perundungan di lingkungan pendidikan di Kabupaten Kudus menjadi perhatian serius.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengungkapkan, praktik bullying tidak hanya menimpa siswa, tetapi juga menyasar tenaga pendidik.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Sosialisasi Perundungan melalui Media Film di Bioskop NSC Kudus, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, penanganan kasus perundungan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen di lingkungan sekolah.

Ternyata bullying tidak hanya terjadi ke anak-anak, tetapi juga bisa ke guru. Ini juga kita antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sam’ani menegaskan, upaya menekan angka perundungan tidak cukup hanya difokuskan pada siswa, melainkan juga kepada tenaga pendidik dan kependidikan.

Ia juga mengingatkan para pemegang jabatan di dunia pendidikan, seperti kepala sekolah hingga pejabat dinas, agar tidak menyalahgunakan kewenangan.

Menurutnya, sikap arogan maupun tindakan sewenang-wenang terhadap guru berpotensi menjadi bentuk perundungan yang harus dicegah sejak dini.

Selain itu, Pemkab Kudus mendorong pengawasan lebih ketat di lingkungan sekolah dengan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di berbagai titik strategis.

Biar dipantau, setiap kelas ada CCTV, di pojok kantin ada CCTV, untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi perundungan terhadap guru, Pemkab Kudus juga akan bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan perlindungan sekaligus ruang pengaduan bagi para guru.

Ia juga mendorong pembentukan layanan aduan atau “wadul” di tingkat sekolah maupun dinas pendidikan.

Jangan sampai setelah jadi pejabat korwil atau kepala dinas malah sewenang-wenangnya atau memaksa. Ini kita antisipasi, biar dari sekolah atau dinas nanti membuat layanan wadul,” tambahnya.

Lebih lanjut, upaya penanganan kasus perundungan selama ini telah dilakukan melalui kerja sama dengan Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak pada Dinas Sosial P3AP2KB serta Polres Kudus.

Ke depan, Pemkab Kudus juga mendorong inovasi edukasi, salah satunya melalui pemanfaatan media digital seperti pemutaran film bertema cyberbullying.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh pihak demi mewujudkan target zero bullying di Kabupaten Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.