Kelar Tuku Truk Dan Kelar Tuku-Tuku Hanyalah Mitos

oleh -1,566 kali dibaca

Kudus, isknews.com-Konon katanya  melihara burung perkutut yang berbunyi mempunyai nada suaranya seperti kelar tuku truk,  kelar tuku-tuku, “sembarang” bisa keturutan “tuku-tukune” bunyi burung perkutut yang menyerupai kata-kata tadi hanyalah mitos belaka, namun kebenaranya memang burung jenis perkutut mempunyai cirikhas suara yang sangat merdu, oleh karena itu sangatlah disukai para penghobi, selasa (08/11)
Peminat dan penghobi burung perkutut asli lokal Jawa ini dari dulu sampai sekarang di Kudus masih bayak peminatnya baik dari kalangan remaja dewasa, orang tua dan juga kakek-kakek untuk di jadikan ternak di budidayakan, maupun hanya sekedar untuk kicauan dirumah.
Mengenal Lebih Jauh Tentang Burung Perkutut – Perkutut jawa (Geopelia striata) adalah spesies burung dalam suku Columbidae, dari genus Geopelia. Perkutut merupakan salah satu burung pemakan biji-bijian, asinan dari laut dan serangga.

 

Ukuran tubuhnya sekitar (21 cm). Hidup berpasangan atau kelompok kecil. Makan di permukaan tanah. Kadang berkumpul untuk minum di sumber air. Da alam liar perkembagbiakan prkutut kurang baik dalam setahun maksimal 3 kali bertelur yaitu ketika masuk musim kawin sekitar bulan Januari – September dengan sarang berbentuk datar tipis dari ranting-ranting. Telur berwarna putih, jumlah 2-3 butir dengan ukuran 22mm x 17m .

imag0435
Burung perkutut lokal asli Jawa (ISK / fatkur toha)

imag0431
Suara perkutut jawa relatif kecil dan tipis jika di bandingkan dengan jenis perkutut thailand atau sering di sebut dengan perkutut bangkok.Penyebaranya mulai dari Philipina sampai Semenanjung Malaysia dan Sumatra , Jawa ,Bali sampai Lombok. (FT)

KOMENTAR SEDULUR ISK :