Kenali, Cegah, dan Obati: Lawan Hepatitis Lewat Kegiatan Kelas Ibu Balita

oleh -189 Dilihat
Orang Tua dan Balita Tampak Mengikuti Kelas Ibu Balita Sebagai Ajang Berbagi Informasi dan Pengetahuan. (Sumber Foto: Sabrina Putri Ramadhani)

Kudus, isknews.com – Desa Langgardalem, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus kembali mengadakan kegiatan rutin Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dinaungi oleh Posyandu Mawar dan dibantu tim KKN Universitas Muria Kudus (UMK).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (1/7/2025) di aula Gedung Muslimat NU Langgardalem tidak hanya berfokus pada pemeriksaan seperti posyandu pada umumnya, yang meliputi pemeriksaan berat dan tinggi badan. Namun menariknya terdapat kegiatan lain seperti demo pembuatan puding berbahan dasar daun kelor dan kelas ibu balita.

Kegiatan kelas ibu balita dilaksanakan bersamaan dengan posyandu, yang dimulai pukul 09.00 WIB. Meski tidak rutin dilakukan, kegiatan kelas ibu balita hanya digelar setiap bulan atau hanya saat terdapat anggaran dari pusat. “Kelas ibu balita memang program dari pusat, nanti akan di breakdown ke daerah-daerah agar bisa dilaksanakan,” tutur petugas Puskesmas Purwosari, Andris.

Di era media sosial seperti saat ini, kelas ibu balita digunakan sebagai wadah untuk berbagi informasi kepada para orang tua, khususnya yang memiliki balita, terkait cara mendidik anak dan bagaimana tumbuh kembang anak, agar orang tua memiliki kepedulian yang tinggi terhadap buah hatinya.

Dalam kegiatan kali ini, Andris selaku petugas dari puskesmas menyampaikan edukasi tentang kesehatan atau yang sedang marak terjadi akhir-akhir ini yaitu hepatitis.

Penyampaian edukasi tentang hepatitis dilakukan agar para orang tua mengetahui apa itu hepatitis, imunisasi yang bisa dilakukan untuk mencegah hepatitis, hingga cara mencegah penularan hepatitis. “Edukasi tentang hepatitis ini dilakukan agar orang tua lebih berhati-hati dan lebih waspada terhadap penularan hepatitis pada anak dan keluarga,” lanjut Andris.

“Harapannya semoga di acara-acara seperti ini akan lebih banyak yang datang, ibu dan ayah bisa saling support untuk tumbuh kembang anaknya,” ujarnya. Meski terdapat beberapa orang tua yang datang pada kegiatan kelas ibu balita, hal ini masih dianggap kurang, mengingat banyaknya jumlah balita di Desa tersebut.

Kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata atas kolaborasi yang dilakukan antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk menciptakan generasi yang cerdas dan berkualitas. Kelas ibu balita perlu untuk dilakukan secara rutin agar masyarakat memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas hidup keluarga dan masa depan anak di Desa Langgardalem. (Sabrina)

KOMENTAR SEDULUR ISK :