Ketua BNPB : Tegakkan PPKM Mikro di Kudus Lebih Ketat

oleh -811 views
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nasional Letnan Jenderal Ganip Warsito dan Bupati Kudus Hartopo usai rakor di ruang Command center Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Lonjakan kasus COVID-19 di wilayah Kabupaten Kudus yang sempat menjadi isu nasional menyebabkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nasional Letnan Jenderal Ganip Warsito menyambangi Kudus.

Hadir bersama rombongan diterima di halaman pendopo Kabupaten Kudus dan langsung menuju ruang Coomand Center untuk memimpin rapat bersama ketua satgas Covid-19 yang juga Bupati Kudus HM Hartopo didampingi Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma dan komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Kav Indarto, Forkopimda serta pihak terkait lainnya mengenai penanganan Covid-19.

Letjen Ganip Warsito yang juga mengemban tugas sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengatakan ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah menyikapi kasus lonjakan Covid-19 di Kudus.

“Sekaligus menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo yang meminta laporan khusus mengenai lonjakan kasus COVID-19 di Kudus,” ujarnya dihadapan awak media usai menggelar rapat koordinasi tertutup, Rabu (02/05/2021).

Ketua Satgas pusat itu menyebut pihaknya mengajak pemkab Kudus untuk berupaya semaksimal mungkin menghentikan penambahan kasus Covid-19.

“Saya sudah mendengar rapat dengan Pak Bupati Kudus, dan sudah mengambil satu kesimpulan. Intinya kita akan bersama-sama semaksimal kita akan hentikan penambahan kasus positif COVID ini,” katanya.

Dirincinya, antara lain dengan melakukan upaya-upaya seperti penambahan personel Satgas dan pendampingan pemberlakuan PPKM mikro karena dari hasil evaluasi memang ada kekurangan SDM.

PPKM Mikro adalah kependekan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro yang pengendaliannya ditekan di level terkecil, yakni RT/RW atau desa dan kelurahan.

“Nantinya ada penambahan 450 orang untuk membantu dan pendampingan Pemberlakuan PPKM berbasis Mikro dan penegakan prokes. Sehingga ada bantuan tenaga. Tetapi sebagaimana laporan pak bupati tren dua hari ini angka lonjakannya mulai menurun,” terangnya.

Selain itu juga ada pemberian bantuan berupa tenda isolasi 2 buah, masker kain 20 ribu lembar, masker kain anak 10 ribu lembar dan handsanitizer sebanyak 20 jerigen dengan kapasitas 4 liter.

“Ini perlu peran serta semua pihak. Baik Media hingga masyarakat. Karena yang bisa menghentikan penyakit ini masyarakat itu sendiri. Yakni dengan disiplin 5 M. Selain itu kami juga akan menegakkan lagi PPKM mikro dengan setegak-tegaknya,” ungkapnya.

Terkait dengan rumah sakit penuh, menurutnya pun akan menerjunkan tim langsung dari BNPB. Mereka akan memperbaiki tata kelola pelayanan kesehatan di Kudus. Tidak hanya itu, bantuan puluhan nakes juga akan diterjunkan langsung di Kudus.

“Penuhnya rumah sakit rujukan akan kita atur lagi, tata kelolanya. Kita membawa timnya untuk mengatur itu, sehingga mana ringan, sedang akan ditangani dengan tepat sesuai kondisinya. Kekurangan nakes dari Gubernur sudah ngirimkan sampai hari ini ada 60 perawat, nanti tenaga medis kekurangan mendukung dari pusat,” terangnya.

Selain itu dia juga melakukan pengecekan satgas di Makodim Kudus. Yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas karantina dan isolasi mandiri di AKBID dan RSUD dr Loekmono Hadi.

Termasuk melakukan asesmen pendirian Rumah Sakit Lapangan khusus COVID-19 di Kabupaten Kudus sekaligus penentuan dukungan fasilitas karantina/isolasi mandiri terpusat pada tiap-tiap kecamatan atau desa. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :