Ketua KONI: Atlet Kudus Harus Tumbuh dari Akar, Bukan Ditambal dari Luar

oleh -488 Dilihat
Ketua KONI Kudus Sulistyanto (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Jelang Pra Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (Pra PORPROV Jateng) 2025, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus menegaskan langkah tegas untuk meminimalisir praktik jual beli atlet di berbagai cabang olahraga.

Ketua KONI Kudus, Sulistiyanto, menilai bahwa rekrutmen atlet dari luar memang sering dilakukan, namun bukan solusi ideal untuk kemajuan olahraga daerah dalam jangka panjang.

“Memang, membeli atlet dari luar bisa mendongkrak prestasi dalam waktu singkat. Tapi itu bukan solusi ideal untuk pengembangan olahraga di daerah,” ujar Sulistiyanto saat ditemui di Kantor KONI Kudus.

Menurutnya, lebih baik dana yang selama ini digunakan untuk membeli atlet, dialihkan untuk pembinaan atlet lokal secara serius dan berkelanjutan. Dengan cara ini, Kudus akan memiliki atlet-atlet tangguh yang benar-benar berasal dari daerah sendiri.

“Lebih membanggakan ketika kita bisa mencetak atlet dari nol hingga berprestasi. Itu jauh lebih bermakna dibanding hanya meminjam nama dari luar,” lanjutnya.

Sulistiyanto menambahkan, untuk mendukung pembinaan tersebut, KONI mendorong masing-masing pengurus cabang olahraga (pengcab) untuk menghadirkan pelatih hebat dan membangun sistem latihan yang konsisten. Ia percaya langkah ini akan lebih efektif dalam menciptakan prestasi dan membangun identitas olahraga Kudus.

Ia menyadari bahwa langkah ini tidak mudah. Proses pembinaan membutuhkan waktu, kesabaran, dan dukungan dari berbagai pihak. Namun ia menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari sekarang agar Kudus memiliki fondasi olahraga yang kuat di masa depan.

“Seorang olahragawan sejati akan memilih mendidik dari kecil hingga menjadi juara, bukan sekadar mengambil yang sudah jadi,” tegasnya.

Meskipun tidak menutup kemungkinan masih adanya jual beli atlet di masa mendatang, Sulistiyanto optimis bahwa praktik ini bisa ditekan. Ia meminta seluruh pengcab menyusun pola pembinaan yang lebih terstruktur dan mengutamakan potensi-potensi lokal.

“Kami ingin pembinaan yang serius. Dananya akan lebih baik jika digunakan untuk membangun sistem pelatihan yang baik. Kudus punya banyak bibit, tinggal bagaimana kita mengelolanya,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan pelatih dalam proses pembinaan atlet sejak dini. Menurutnya, peran lingkungan sangat krusial dalam mencetak atlet berkarakter dan bermental juara.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan klub atau KONI saja. Harus ada kolaborasi. Kalau sejak kecil sudah diarahkan dan diberi ruang, atlet kita bisa punya masa depan cerah tanpa harus pergi ke luar daerah,” ujarnya.

Dengan semangat ini, KONI Kudus berharap dapat membangun sistem pembinaan yang kuat dan mandiri, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membawa nama besar Kudus di ajang Pra PORPROV Jateng 2025 dan kompetisi tingkat lebih tinggi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.